HNW Ajak Forum Ulama dan Habaib Cegah Islamophobia

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 16:51 WIB
Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan forum ulama dan habaib.
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima kunjungan Dewan Pengurus Pusat Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) pimpinan K.H. M. Lutfi Zawawi dan Habib Abdullah bin Husin Al-Attas dalam rangka silaturahmi dan halalbihalal. HNW menilai kedatangan para ulama dan habaib tersebut merupakan bukti adanya pertalian erat antara unsur keumatan dan kebangsaan.

"Kedatangan para ulama dan habaib ke ruang kerja kami di MPR-RI, menegaskan kembali bahwa Indonesia sejak dulu merupakan kebersamaan antara pimpinan bangsa dengan para ulama dan habaib, sehingga seharusnya selalu dijaga, dan tidak dipecah-belah. Misalnya dengan narasi yang memisahkan antara identitas kebangsaan dengan identitas keagamaan," ujar Hidayat dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Ia menyatakan siap untuk hadir dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang akan diselenggarakan FUHAB bagi para ulama dan habaib se-Indonesia untuk menyosialisasikan 4 Pilar MPR. Menurutnya ini untuk memperkuat pemahaman para kader dan pimpinan ulama dan habaib terhadap Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dalam perjuangan hadirkan Indonesia merdeka, bersama para bapak bangsa lainnya, di sana juga ada peran ulama dan habaib. Mereka berjihad, ijtihad, mujahadah, tadhiyyah (berkorban) dan berikan hadiah sepakati dasar negara Pancasila, UUD 45, bentuk negara sebagai NKRI dllnya. Mereka menciptakan lagu perjuangan 'Indonesia Merdeka' yang diciptakan oleh seorang habaib yakni Habib Husein Mutahar, mengeluarkan fatwa dan amanat jihad untuk selamatkan Indonesia Merdeka, juga bersama TNI selamatkan Indonesia dari pemberontakan oleh PKI," paparnya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini juga mendorong ulama dan habaib yang tergabung dalam wadah organisasi seperti FUHAB agar semakin aktif mengkaji dan menjelaskan fakta menyejarah soal keterkaitan antara keislaman dengan ke-Indonesia-an. "Jangan sampai perjalanan sejarah bangsa dibelokkan sehingga terjadilah Indonesiaphobia, karena umat mengira bahwa Indonesia adalah negara pemberian penjajah yang sekuler. Dan di sana tidak ada peran ulama dan habaib, sehingga layaknya hanya dijauhi atau dimusuhi oleh umat," tuturnya.

Dikatakannya, peran ulama dan habaib juga penting guna mencegah munculnya islamophobia, serta salah paham tentang Islam dan umat Islam di Indonesia. Apalagi sampai menganggap ulama, habaib dan umat Islam tidak mempunyai peran dalam perjuangan menghadirkan Indonesia Merdeka.

"Padahal bersama seluruh komponen pejuang bangsa, ulama, habaib dan umat sudah banyak berkontribusi dan berjasa untuk Indonesia," ungkapnya.

"Inilah pentingnya kita jalin bersama baik yang berkecimpung di dunia politik seperti DPR-MPR maupun di kemasyarakatan seperti FUHAB, agar terus mengingatkan umat dan bangsa, aparat dan rakyat, agar bisa lanjutkan dan jaga warisan perjuangan kebersamaan dan para ulama dan habaib pendiri dan penyelamat bangsa dan NKRI. Agar NKRI dapat selamat dan maju sejahtera, hingga dapat dibanggakan saat diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya," pungkasnya.

(prf/ega)