Ratusan Sumur di Yogya Kering
Senin, 05 Jun 2006 11:48 WIB
Yogyakarta - Ratusan sumur milik warga di Kecamatan Mergangsan, Kec. Mantrijeron dan sebagian Kecamatan Umbulharjo, Kodya Yogyakarta, kering. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kalaupun masih ada air yang tergenang di sumur, dipastikan keruh.Saat ini warga mengandalkan pembagian air gratis dari PDAM. Sialnya lagi, warga yang berlangganan PDAM juga tidak dapat air karena saluran pipa rusak dan bocor di sejumlah tempat yang belum diketahui pasti lokasinya.Pantauan detikcom, Senin (5/6/2006), warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Code, Yogyakarta, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih ini. Beberapa kampung yang sumurnya kering antara lain, Kampung Keparakan, Kampung Mergangsan Kidul, Kampung Tungkak, Kampung Karangkajen, Kampung Jogokaryan, semuanya di Kecamatan Mantrijeron, dan sebagian kampung di Kecamatan Umbulharjo.Busron, warga Mergangsan, menuturkan, saat terjadi gempa, sumur milik warga yang berada di pinggir Sungai Code muncrat hingga ke bibir sumur. Setelah itu, sumur menjadi keruh dan tidak bisa digunakan. Bahkan seminggu setelah gempa sumur kering.Hal ini cukup aneh, karena Kota Yogya selama ini masih sering dilanda hujan. Ditambah lagi, air yang mengalir di Sungai Code cukup banyak. Namun, sumur-sumur di sepanjang aliran justru kering atau kalaupun ada keruh. Kepala PDAM Yogyakarta, Dachron Saleh, di sela-sela pemantauan di wilayah yang kesulitan air bersih mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari beberapa instalasi pipa bawah tanah yang rusak. Namun belum diketahui titik mana saja yang jebol.Lokasi pipa yang sudah diketahui jebol antara lain di pertigaan Tungkak, Jalan Sisingamangaraja. "Kalau rusaknya air muncrat ke atas lebih mudah mencarinya. Tapi ini patahannya ke bawah, sehingga air merembes ke dalam tanah. Kita kesulitan mencarinya, harus membongkar jaringan," katanya.Sedangkan pipa bawah tanah yang bisa diperbaiki, lanjut Dachron Saleh, lantas dibuka kran gratis. "Kami saat ini hanya memberikan dropping di titik-titik tertentu saja dengan menggunakan lima mobil tangki, dengan kapasitas 5.000 liter," tandasnya.
(jon/)











































