Amankan Tahapan Pemilu 2024, Polri Gelar Operasi Mantap Brata

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 11:16 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyodok (Foto: dok. Humas Polri )
Jakarta -

Polri siap mengamankan penyelenggaraan dan tahapan Pemilu Serentak 2024. Polri akan menggelar operasi yang dinamakan Operasi Mantap Brata.

"Nantinya Polri akan menggelar Operasi Mantap Brata dari tingkat Mabes sampai tingkat polres jajaran," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Dedi mengatakan pihaknya bakal bekerja sama dengan TNI hingga pemerintah daerah (pemda) dalam pengamanan ini. Diketahui tahapan awal Pemilu dimulai pada 14 Juni 2022.

"Tentunya Polri juga bekerja sama, bersinergi dengan stakeholder terkait, TNI, penyelenggara pemilu (KPU), Bawaslu, pemda, dan lain-lain," katanya.

Selanjutnya, Dedi mengatakan pemilu nanti tentu akan terdapat gangguan kamtibmas yang berbeda-beda. Pihaknya juga tengah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi potensi gangguan itu.

"Tentunya setiap penahapan pemilu yang nanti akan disampaikan oleh KPU memiliki potensi gangguan kamtibmas yang berbeda-beda atau eskalasinya tentu Polri akan merencanakan dan mempersiapkan anggaran, personel, sarpras, cara bertindak untuk mengantisipasi potensi gangguan-gangguan tersebut," ujarnya.

"Agar seluruh penahapan Pemilu 2024, baik pilpres, pileg, dan pilkada, dapat berjalan dengan aman, lancar, demokratis, dan tetap memperhatikan prokes," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam pertemuan ini, dibahas keamanan penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Banyak kegiatan kepemiluan yang melibatkan banyak orang. Tentu saja potensi problem keamanan juga terjadi di situ dan juga ada kegiatan-kegiatan yang secara formil diamanahkan kepada kepolisian untuk mengawal," kata Hasyim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/5).

Hasyim mengatakan kepolisian nantinya akan dibutuhkan untuk mengamankan kegiatan, seperti pengadaan dan rekapitulasi suara. Dia mengatakan tahapan awal Pemilu 2024 telah dimulai pada 14 Juni 2024.

"Untuk mengamankan, di antaranya seperti kegiatan pengadaan, kemudian produksi dan distribusi logistik, kemudian pengamanan kampanye, pengamanan kegiatan pemungutan, penghitungan suara, sampai rekapitulasi di tingkat nasional. Ini secara formal dalam kepemiluan," ujarnya.

"Tentu semua kegiatan tahapan, kepolisian terlibat aktif dalam pengamanan kegiatan Pemilu dan Pilkada 2024. Banyak hal yang dalam ruang lingkup tugas kewenangan memiliki tugas kepolisian dan perlu kami komunikasikan, seperti keperluan pencalonan diperlukan surat keterangan catatan kepolisian untuk semua calon misalkan," tambahnya.

(azh/aik)