Gerindra: Pemerintah Harus Yakinkan Saudi COVID di RI Terkendali

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 07:00 WIB
Ktua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani
Foto: Rani Mauliani (Dok. Istimewa/foto diberikan oleh narasumber)
Jakarta - Arab Saudi melarang warganya untuk berkunjung ke Indonesia atas alasan COVID-19. Gerindra menghormati keputusan tersebut.

"Kita hormati kebijakan negara masing-masing, pelarangan itu karena penilaian negara yang bersangkutan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan Putih Sari ketika dihubungi, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, pemerintah Indonesia harus memberi penjelasan kepada negara lain agar yakin bahwa kondisi kasus COVID-19 di Tanah Air sudah terkendali.

"Tapi tentu ini menjadi perhatian agar pemerintah bisa lebih meyakinkan negara-negara lain bahwa kondisi pandemi di Indonesia cukup terkendali," jelasnya.

Putih sendiri menyakini kasus COVID-19 di Indonesia kini terkendali. Hal itu berdasarkan data yang ada.

"Dari data dan relaksasi regulasi prokes bisa dikatakan terkendali walaupun kewaspadaan tetap dijaga," lanjutnya.

Saudi Larang Warga Pergi ke 16 Negara Termasuk RI

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi melarang warganya bepergian ke 16 negara termasuk Indonesia. Hal ini terkait kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.

Demikian kata Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi. Selain ke Indonesia, warga Arab Saudi dilarang ke Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

"Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus COVID-19 di negara-negara tersebut," kata Jawazat dikutip dari Saudi Gazette, Senin (23/5).

Mengenai persyaratan warga Arab Saudi yang bepergian ke luar kerajaan, harus telah menerima tiga dosis vaksin COVID-19 atau tidak melewati tiga bulan setelah suntikan dosis kedua. Anak di bawah 16 dan 12 tahun juga diharuskan menerima dua dosis vaksin.

Lihat juga video 'Ariza soal Ekspor Beras ke Arab: Semoga Bisa Ekspor Komoditi Lain':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/jbr)