Belasan Desa di Malinau Kaltara Terendam Banjir, 625 KK Terdampak

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 22:28 WIB
Belasan desa di Kaltara terendam banjir
Belasan desa di Kaltara terendam banjir. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Banjir merendam belasan desa di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Sebanyak 625 kepala keluarga (KK) atau 2.963 jiwa terdampak.

Banjir terjadi sejak Sabtu (21/5/2022), pukul 23.00 WIB. Belasan desa terkena dampak, yakni Desa Belayan, Putat, Malinau Seberang, Pulau Sapi, Luso, Salap, Singai, Malinau Kota, Pelita Kanan, Respen Tabu, dan Tanjung Kerankang.

"Tim reaksi cepat BPBD Malinau mendata, selain 625 unit rumah warga yang terdampak, banjir juga membuat 12 unit sarana ibadah, 8 unit sarana pendidikan, 1 unit sarana kesehatan, 4 unit perkantoran, dan 2 unit balai adat setempat terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 20 hingga 150 cm," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan tertulis, Senin (23/5).

Abdul mengatakan debit air saat ini masih tinggi bahkan cenderung mengalami kenaikan. Sejumlah warga, menurut Abdul, masih enggan untuk mengungsi.

"Tim dibantu TNI/Polri beserta Dinas Sosial dan para relawan telah mendistribusikan bantuan logistik kepada korban terdampak. Kondisi terkini di lokasi kejadian, debit air masih tinggi dan cenderung naik, namun warga masih enggan mengungsi dan bertahan di rumah masing-masing," ujarnya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman website-nya telah mengeluarkan peringatan dini agar waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) mendatang. Wilayah dengan potensi hujan tersebut antara lain Malinau Selatan, Lumbis, Malinau, Tana Lia, Kayan Hilir, Sungai Boh, Peso, Pujungan, Tana Tidung, Tanjung Palas Timur, Tarakan, Nunukan, Bunyu, Tanjung Selor, dan sekitarnya.

Abdul menyampaikan, sebagai bentuk respons dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Utara telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama kepada warga yang masih bertahan di lokasi banjir.

"Pemantauan debit air dan curah hujan harus terus dilakukan, sementara sarana dan prasarana untuk darurat evakuasi juga harus disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Upaya kesiapsiagaan keluarga juga dapat dilakukan, salah satunya selalu memantau kondisi cuaca di sekitar melalui informasi resmi pemerintah, mengetahui jalur rute evakuasi mandiri yang aman maupun penyiapan tas siaga bencana," imbuhnya.

(dek/jbr)