Novel Ungkap soal Intimidasi dan Dugaan Petinggi Parpol Terkait Harun Masiku

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 20:49 WIB
Novel Baswedan resmi dilantik menjadi ASN Polri. Ini potret perjalann Novel dari anggota Polri, penyidik KPK dan menjadi ASN Polri.
Eks penyidik KPK Novel Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Eks penyidik KPK Novel Baswedan ikut berbicara soal pencarian tersangka buron Harun Masiku. Novel menyebut setidaknya ada 3 hal penting yang jadi masalah buronnya Harun Masiku.

Novel menyebut adanya intimidasi oleh oknum tertentu saat hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kasus suap KPU soal proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. Dia menyebut pimpinan KPK diam atas intimidasi tersebut.

"Pertama, pada saat tim KPK melakukan OTT terhadap kasus tersebut, tim KPK diintimidasi oleh oknum tertentu dan Firli dkk diam saja," cuit Novel di akun Twitter pribadinya, @nazaqistsha, Senin (23/5/2022).

Novel telah mengizinkan cuitannya dikutip detikcom. Dia menuding eksistensi aktor partai politik di kasus ini.

"Kasus Harun Masiku ini diduga melibatkan petinggi partai tertentu. Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan kecuali hanya sekadarnya saja. Apakah ada kaitannya? Hanya Firli dkk yang tahu," sambungnya.

Kemudian, Novel menyebut tim penyidik yang melakukan OTT tersebut tidak diikutsertakan dalam penyelidikan. Novel menduga tim tersebut tidak bisa dikendalikan hingga akhirnya disingkirkan dari KPK.

"Kedua, tim yang melakukan penangkapan tersebut dilarang untuk yang melakukan penyidikan (barangkali karena dianggap tidak bisa dikendalikan). Sekarang orang-orang tersebut telah sukses disingkirkan oleh Firli dkk," sambungnya.

Selain itu, Novel menuding adanya kesengajaan yang dilakukan oleh Firli kepada penyidik yang berhasil melakukan OTT tersebut. Beberapa di antaranya disingkirkan melalui proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Ketiga, Tim KPK yang berhasil melakukan OTT tersebut justru 'diberi sanksi'. Satu anggota Polri dikembalikan (walaupun tidak berhasil), 1 dari Kejaksaan dikembalikan dan beberapa pegawai (pengaduan masyarakat) Dumas dipindahtugaskan oleh Firli dkk. Beberapa lainnya disingkirkan dengan proses TWK," jelas Novel.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Polisi soal Harun Masiku: Proses Tidak Cepat, Butuh Waktu':

[Gambas:Video 20detik]