Sekda DKI soal Masuk Bursa Calon Pj Gubernur: Saya PNS, Ikut Saja

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 16:36 WIB
Walkot Jaksel Marullah Matali usai mengecek kesiapan Mal Citos (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Sekda DKI Marullah Matali (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali masuk bursa calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. Bagaimana respons Marullah yang digadang-gadang menggantikan Anies Baswedan pada Oktober mendatang?

"Tanya yang masukin saja, saya nggak tahu," kata Marullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Seperti diketahui, ada empat nama beredar yang disebut bakal jadi calon Pj Gubernur DKI. Keempatnya adalah Kasetpres Heru Budi Hartono, Sekda DKI Marullah Matali, Deputi IV KSP Juri Ardiantoro, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Meski begitu, Marullah enggan berbicara lebih lanjut saat ditanyai soal kesiapannya jika terpilih sebagai Pj Gubernur. Dia mengaku pasrah atas keputusan pemerintah pusat.

"Tidak ada kata-kata itu. Saya cuma, saya mah pegawai negeri. Saya ngikut saja," jawabnya.

4 Nama Masuk Bursa Pj Gubernur DKI

Sebagaimana diketahui, masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada Oktober 2022. Awalnya beredar tiga nama bakal calon yang akan menggantikan Anies mendatang.

"Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologi Jakarta. Pak Marullah bagus, sekda kita saat ini. Begitupun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani dalam keterangannya, Jumat (13/5).

Ketiga nama yang dimaksud Zita tersebut ialah Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, Sekda DKI Jakarta Marullah, dan Deputi IV KSP Juri Ardiantoro.

Selain itu, politikus Gerindra M Taufik mengatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berpeluang mengisi kursi Pj Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan setelah lengser. Menurut dia, selama Irjen Fadil memenuhi syarat, ada kemungkinan ditunjuk sebagai Pj Gubernur.

"Iya (berpeluang). Saya kira selama memenuhi persyaratan itu, kan Presiden yang menilai," ujar Taufik kepada wartawan, Kamis (19/5).

Bagi M Taufik, ada empat kriteria yang harus dipenuhi untuk mengisi Pj Gubernur DKI. Pertama memahami struktur kepemdaan. Kedua memiliki komunikasi dengan anggota Dewan. Ketiga kedekatan dengan Presiden, dan keempat memiliki kompetensi.

(taa/jbr)