Saudi Larang Warga ke RI, Kemlu Bilang Situasi COVID-19 Sudah Lebih Baik

Zunita Putri - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 16:15 WIB
Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Duta Besar Teuku Faizasyah
Jubir Kemlu Teuku Faizasyah (Foto: dok. Kemlu)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersikap usai Arab Saudi melarang warganya berpergian ke 16 negara, termasuk Indonesia, karena COVID-19. Kemlu menyampaikan situasi kasus COVID terkini.

"Sudah disampaikan ke pihak Saudi bahwa penanganan COVID RI berhasil menekan angka kasus positif, dan bahkan kondisi di Tanah Air sudah lebih baik dari rata-rata negara pada umumnya," ujar Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2022).

Faizasyah sebelumnya mengatakan Kemlu sedang mengecek informasi terkait aturan larangan itu ke pejabat yang menangani Arab Saudi. Namun, hingga saat ini belum ada balasan dari pihak Arab Saudi terkait pertanyaan Kemlu.

"Belum ada keterangan (dari pihak Arab Saudi)," katanya.

Diketahui, Arab Saudi melarang warganya bepergian ke 16 negara yang salah satunya Indonesia. Selain Indonesia, warga Arab Saudi dilarang ke Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

"Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus COVID-19 di negara-negara tersebut," kata Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) dikutip dari Saudi Gazette, Senin (23/5).

Selain itu, Jawazat mengumumkan aturan baru soal masa berlaku paspor warga Arab Saudi yang ingin bepergian, baik ke negara Arab maupun non-Arab. Di mana masa berlaku paspor harus lebih dari tiga bulan ke negara Arab dan harus lebih dari enam bulan ke negara non Arab.

Hal yang sama berlaku bagi warga negara yang melakukan perjalanan ke negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Masa berlaku identitas juga harus lebih dari tiga bulan.

Mengenai persyaratan warga Arab Saudi yang bepergian ke luar kerajaan, harus telah menerima tiga dosis vaksin COVID-19 atau tidak melewati tiga bulan setelah suntikan dosis kedua. Anak di bawah 16 dan 12 tahun juga diharuskan menerima dua dosis vaksin.

Simak juga 'Ratas dengan Jokowi, Menag: Pemerintah Siap Layani Haji 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)