JakPro Jelaskan Alasan Anggaran ITF Membengkak Jadi Rp 5,2 Triliun

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 13:39 WIB
Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko (kiri) dan Direktur Utama PT Jakpro, Widi Amanasto (kanan). (Tiara/detikcom)
Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko (kiri) dan Direktur Utama PT Jakpro, Widi Amanasto (kanan). (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Anggaran untuk proyek pembangunan intermediate treatment facility (ITF) Sunter membengkak menjadi Rp 5,2 triliun. PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengatakan penambahan anggaran itu digunakan untuk membayar bunga peminjaman kepada PT SMI.

"Pengajuan pinjaman kita waktu SMI. Kita ajukan SMI nilai Rp 4 triliun. Bunga yang kita bayarkan melalui Pemprov ke SMI sekitar Rp 1,2 triliun. Jadi total yang harus dibayarkan adalah Rp 5,2 triliun," kata Direktur Utama PT JakPro Widi Amanasto saat rapat kerja bersama DPRD DKI Jakarta pada Senin (23/5/2022).

Widi juga mengakui pihaknya sempat mengusulkan peminjaman dana untuk pembangunan ITF Sunter sebesar Rp 4 triliun dalam RAPBD 2022. Namun, usulan itu ditolak di tingkat rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta.

"Ini (Rp 4 triliun) pinjaman komersial melalui SMI yang dulu di banggar tidak diterima," ucapnya.

Widi juga menuturkan groundbreaking dilakukan sejak 2018. Saat itu, proyek ITF Sunter dilakukan oleh JakPro dan Fortum Power Heat and Oy sampai akhirnya perusahaan asal Finlandia hengkang dari proyek ini.

"Pertama dari Fortum kita sudah (groundbreaking) kan, terakhir dari pihak Fortum butuh jaminan dari Pemprov, dari pemerintah ini sebenarnya di luar perjanjian yang dilakukan dengan Fortum tersebut sehingga mereka mundur dan mereka akuisisi dari keseluruhan," katanya.

"Sekarang kita bebas pilih mitra siapa pun, kita waktu itu tidak pilih mitra tapi melalui pinjaman menggunakan SMI yang kita masalahkan. Karena jadi problematika tidak berjalannya ini," sambungnya.

(taa/zap)