Menkominfo Vs Rakyat Merdeka Berakhir Damai

Menkominfo Vs Rakyat Merdeka Berakhir Damai

- detikNews
Senin, 05 Jun 2006 08:38 WIB
Jakarta - Perseteruan antara Menkominfo Sofyan Djalil dengan Koran Rakyat Merdeka (RM) yang memberitakan dirinya terlibat korupsi JICT berakhir damai. Setelah mendatangi kantor redaksi dan menyampaikan keluhannya, hari ini koran yang terkenal dengan sentilannya tersebut memuat bantahan sekaligus hak jawab Sofyan di halaman pertama.Perseteruan ini bermula ketika pada edisi Sabtu 3 Juni lalu, Harian RM, di halaman 1 menurunkan berita dengan judul "Menkominfo Terseret Kasus Korupsi BUMN". Diberitakan, Menkominfo Sofyan Djalil akan dimintai keterangan oleh pihak penyidik Mabes Polri dan Timtas Tipikor.Sofyan dianggap terlibat karena, pada saat terjadi proses divestasi atau penjualan saham Jakarta International Container Terminal (JICT) yang kemudian merugikan negara sebesar Rp 12,9 miliar, Sofyan menjabat sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).Tidak terima dengan pemberitaan yang dianggap tidak berimbang tersebut, Sofyan Minggu 4 Juni kemarin menggelar jumpa pers mendadak di kantornya. Dia membantah semua isi pemberitaan RM tersebut. Tak puas hanya dengan menggelar jumpa pers, dengan didampingi tujuh stafnya, Sofyan mendatangi kantor redaksi RM di Kebayoran lama untuk mengklarifikasi pemberitaan."Saya ingin memberi pembelajaran kepada pers untuk lebih hati-hati dan akurat. Saya senang melihat pers maju, tapi harus dengan cara-cara yang profesional," ujar Sofyan seperti yang dikutip dari situs rakyatmerdeka.co.id, Senin (5/6/2006).Lebih lanjut Sofyan mengatakan, tidak mempermasalahkan isi atau materi berita. "Yang jadi persoalan adalah judulnya. Judul itu yang membunuh," keluh Sofyan yang mengaku menjadi komisaris di Pelindo III, bukan Pelindo II seperti yang diberitakan.Berita yang hanya mengutip sebuah sumber di Timtastipikor, dinilai Sofyan tidak benar, tidak akurat, dan tidak profesional secara jurnalistik. Dia meminta pemberitaan itu dicabut atau dianggap tidak pernah ada.Sementara itu wakil dari Rakyat Merdeka hadir antara lain Redaktur Eksekutif dan Penanggung Jawab Redaksi Mashuri dan Abdul Shomad, yang didampingi Pelaksana Harian Dewan Kebijakan Redaksi Supratman, dan Pemimpin Perusahaan Kiki Iswara menyatakan redaksi RM meminta maaf atas pemberitaan yang tidak akurat itu.Sebagai bentuk permintaan maaf, RM berjanji akan memuat bantahan sekaligus klarifikasi yang disampaikan Sofyan. Janji itu dipenuhi. Menampilkan dua headline di halaman utamanya, pagi ini, RM membuat judul berita "Redaksi Minta Maaf, Menkominfo Tidak Terseret Korupsi BUMN".Seandainya saja setiap permasalahan di dunia pers diselesaikan seperti ini. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads