Polisi Gadungan Kecelakaan Usai Tipu Warga di Cilandak Jaksel

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 17:18 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi garus polisi. (AFP Photo/Joshua Lott)
Jakarta -

Polisi gadungan berinisial S menjadi pelaku penipuan dan pencurian di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Korban mengalami kecelakaan usai menipu korban dan dikejar oleh masyarakat.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat S sudah tergeletak tidak sadar dan mengenakan helm. Setelah itu, terlihat petugas berseragam Satpol PP menggotong S.

"Pelaku, pelaku, bangun aja, Bang, bangun aja. Udah, bawa. Lanjut, lanjut. Kejadian Cipete No. 33," ujar beberapa orang dalam video tersebut, seperti yang dilihat detikcom, Minggu (22/5/2022).

Kapolsek Cilandak Kompol Multazam Lisendra menyampaikan S mulanya sempat melakukan penipuan dan pencurian di sekitar kawasan Sekolah Internasional di Jl Cipete. Setelah korban menyadari tindakan S, sempat terjadi kejar-kejaran hingga Kelurahan Gandaria Selatan di sekitar Jl Madrasah 1, Gandaria Selatan.

"Terjadinya penipuan dan pencurian di sekitar depan sekolah Prancis, setelah korban sadar telah ditipu terjadi kejar-kejaran antara korban bersama teman korban dan pelaku yang berakhir dengan terjatuhnya terduga pelaku... setelah itu masyarakat sekitar TKP membantu mengamankan korban," kata Kompol Multazam Lisendra kepada detikcom, Minggu (22/5/2022).

Akibat kecelakaan tersebut, S dilarikan ke rumah sakit. Kini, polisi menyelidiki kasus penipuan dan pencurian.

"Terduga pelaku sementara masih dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati. Pelaku tertangkap karena mengalami kecelakaan tunggal akibat terjatuh pada kecepatan tinggi karena hilang keseimbangan," ujarnya.

"Dari beberapa bukti kesaksian korban, modusnya (S) berpura-pura sebagai polisi," jelasnya.

Multazam menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa beberapa orang saksi. Namun, saat ini S tidak bisa dimintai keterangan lantaran tengah menjalani perawatan di IGD rumah sakit.

"Kami masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa beberapa saksi, termasuk rekaman CCTV sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Terduga pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di IGD," terangnya.

Simak juga 'Ricuh! Warga Usir Keluarga Komplotan Polisi Gadungan di Mojokerto':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)