ADVERTISEMENT

Pelaku Penggelapan Rugikan Pabrik Kerupuk Rp 3 M Terancam 4 Tahun Bui

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 14:00 WIB
Perajin kerupuk di Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Kamis (24/3/2022).
Ilustrasi kerupuk. (Robby Bernardi/detikJateng)

Sebelumnya, kasus ini berawal dari laporan Samsuri, Direktur PT Tanindo Prima Multi, yang melaporkan dugaan tindak penggelapan di pabrik tersebut. Setelah diselidiki, polisi mendapati seorang staf gudang berinisial YS serta dua supir berinisial SM dan UW yang melakukan penggelapan kerupuk.

"Pihak manajemen sudah mulai curiga terhadap salah satu karyawan yang diduga melakukan penggelapan. Setelah kami terima laporannya, langsung diselidiki. Satu staf dan dua sopir kami tetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini," kata Zamrul.

Zamrul menjelaskan bahwa usai mengeluarkan kerupuk tersebut, ketiganya menempatkannya di sebuah kontrakan yang terletak di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Setelah barang disiapkan oleh YS, dua tersangka lain, yakni sopir, bertugas mengangkut dan mengantarkan kerupuk hasil penggelapan tersebut ke sebuah kontrakan di Pasar Kemis.

"Ketiganya bekerja sama mengeluarkan barang dari gudang tanpa surat jalan, kemudian di simpan di kontrakan daerah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Selain satu orang staf dan dua sopir, kami amankan juga dua penadah berinisial SH dan AY. YS itu mempersiapkan barang dari gudang. Biasanya dalam sekali beraksi bisa 500 sampai 1.000 bal kerupuk diangkut keluar dari gudang tanpa surat jalan," tuturnya.

Menurutnya, akibat penggelapan tersebut, PT Tanindo Prima Multi mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar. Penggelapan kerupuk ini terjadi sejak 2014 hingga Maret 2022.

"Dari hasil audit perusahaan kerugian sekitar Rp 3 miliar. Angkanya sebesar itu karena penggelapan tersebut sudah berlangsung selama 8 tahun," ungkapnya.


(fca/fca)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT