Sosok Fahmi Idris dalam Kenangan: Aktivis, Pengusaha, Politikus, Menteri

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 11:48 WIB
Jakarta -

Politikus senior, Fahmi Idris, meninggal dunia. Fahmi Idris adalah tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai peran penting di Indonesia.

Fahmi Idris berpulang hari ini pukul 10.00 WIB di RS Medistra, Jakarta. Kabar duka itu disampaikan oleh sang anak, Fahira Idris, melalui akun Twitter resminya, @fahiraidris, seperti dilihat, Minggu (22/5/2022).

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ayah saya, bapak Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1. Wafat jam 10.00 WIB di ICU RS Medistra," kata Fahira.



Dilihat dari buku 'Jalan Sunyi Peneliti', Minggu (22/5/2022), Fahmi Idris menonjolkan ketertarikannya di dunia politik sejak menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Semasa kuliahnya, Fahmi Idris sempat menjabat sebagai pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI periode 1965-1966, dan Ketua Laskar Arief Rachman Hakim (1966-1968).

Fahmi Idris juga dikenal sebagai pebisnis andal. Pria kelahiran Jakarta itu memulai kariernya dengan mendirikan PT Kwarta Daya Pratama bersama kawan sesama Eksponen '66.

Kepiawaian di dunia bisnis yang dimiliki Fahmi Idris bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sang ayah, Haji Idris Marah Bagindo, diketahui seorang pedagang asal Minang.

Setelah itu, Fahmi menjadi pimpinan Kongsi Delapan Group pada 1979. Grup tersebut mengumpulkan perusahaan konglomerasi yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo. Perusahaan tersebut bergerak di multisektor, meliputi agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga perhotelan.

Tak hanya sukses berkecimpung di dunia bisnis, Fahmi pun masuk ke kancah perpolitikan nasional dengan bergabung Partai Golkar pada tahun 1984. Fahmi kemudian menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.

Tak lama kemudian, Fahmi Idris itu mulai masuk ke birokrasi pemerintahan. Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan Presiden ke-3 BJ Habibie. Fahmi menjabat Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Fahmi kemudian dipercayakan untuk menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Fahmi Idris lalu menjabat Menperin sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.

Setelah tak menduduki posisi di pemerintah, Fahmi Idris juga terus berkiprah di bidang usaha. Fahmi Idris menduduki posisi Komisaris Transvision.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyampaikan Fahmi Idris mendapatkan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Andalas, Padang, beberapa bulan lalu. Penganugerahan gelar kepada Fahmi dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Ace mengatakan Fahmi juga sempat menyelesaikan program doktor dalam bidang filsafat dari Universitas Indonesia.