Waspadai Cacar Monyet, Pakar Usul Pemerintah Waspada Kedatangan dari Afrika

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 08:42 WIB
Cacar monyet: 80 kasus dikonfirmasi di 11 negara, apa sebenarnya cacar ini dan seberapa berbahaya?
Cacar monyet (Foto: BBC World)
Jakarta -

Sebanyak 80 kasus cacar monyet terkonfirmasi di 11 negara, dari Inggris hingga Amerika Serikat. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengusulkan agar pemerintah mewaspadai orang-orang yang baru datang dari negara-negara Afrika.

"Kita harus melihat bahwa dalam kasus ini tentu perlu screening di pintu masuk negara, terutama negara dengan kasus ini. Tentu juga penting sekali dilakukan," ujar Dicky ketika dihubungi, Sabtu (21/5/2022).

"Respons yang (perlu) dilakukan pemerintah harusnya mewaspadai, mengamati, melakukan screening ketat, terutama para pendatang dari negara yang endemik, seperti Afrika," lanjutnya.

Screening harus dilakukan supaya memberikan proteksi bagi warga Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar orang yang baru datang dari Afrika tidak terpapar ataupun membawa virus.

Ke depan, fungsi karantina, kata Dicky, harus terus ditingkatkan lagi. Sumber daya atau petugas karantina juga perlu disiapkan secara matang.

"Di bandara itu masker jadi penting banget baik untuk penumpangnya maupun petugas bandara itu sendiri," jelas Dicky.

"Setidaknya ada edukasi yang diberikan," lanjutnya.

Diketahui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan ada 80 kasus cacar di 11 negara, dari Italia, Portugal, Inggris, hingga Amerika Serikat (AS).

Cacar monyet (monkeypox) biasanya paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika bagian tengah dan barat. Kasus-kasus penyakit ini di negara lain sering dikaitkan dengan perjalanan pasien ke wilayah Afrika.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menegaskan belum ada laporan kasus cacar monyet. Meski begitu, pihaknya masih bakal terus memantau perkembangan situasi ke depan.

"Semuanya harus waspada, tapi jangan panik yang berlebihan. Saat ini kita selalu memantau perkembangan penyebarannya di negara-negara yang sudah ada kasusnya," beber Syahril saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/5/2022).

"Pengawasan di pintu masuk dari luar negeri. Selanjutnya diminta agar selalu disiplin protokol kesehatan yg selama ini sudah menjadi budaya sehat," sambung dia.


Saksikan Juga Sosok Minggu Ini: Kisah Pejuang Hati, Pengorbanan Ibu untuk Anak Atresia Bilier

[Gambas:Video 20detik]



(isa/dnu)