Kemendikbudristek Teken Kerja Sama dengan 6 Industri & Asosiasi

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 15:26 WIB
Kemendikbudristek
Foto: dok. Kemendikbudristek
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Direktorat Mitras DUDI) merintis kerja sama dengan enam DUDI dan satu asosiasi. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI.

Penguatan kemitraan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serentak antara Ditjen Diksi dengan enam DUDI dan satu asosiasi. Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy dan PT Commeasure Solutions Indonesia (RedDoorz).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Wikan Sakarinto menjelaskan kemitraan yang dibangun bertujuan mencapai keselarasan agar proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar industri, terlebih di era yang kian dinamis seperti sekarang.

"Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan akan menghasilkan SDM vokasi yang mampu meningkatkan daya saing industri. Artinya, vokasi hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada perekonomian negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/5/2022).

"Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru," lanjutnya.

Diketahui, sebanyak 5.554 SMK atau sekitar 70% dari total jumlah SMK di Indonesia tahun ini menerapkan kurikulum baru. Ditambah lagi, hadirnya SMK Pusat Keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang.

"Karenanya, kami optimistis (kesepakatan serentak) akan menjadi lebih dari sekadar seremonial. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan pendidikan vokasi," ucap Wikan.

Ia mengungkapkan kemitraan yang dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit). Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI juga harus terlibat dan berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar hingga pada teknis penyerapan lulusan vokasi.

Wikan pun menyebut tantangan yang dihadapi satuan pendidikan vokasi yakni mengejar ketertinggalan baik dari sisi teknologi maupun inovasi. Sebab, DUDI bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan.

"Walaupun tidak mungkin pendidikan dapat mengejar ketertinggalan, setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri," tuturnya.

Lebih lanjut, penandatanganan PKS serentak ini merupakan langkah awal penguatan keterampilan teknis (hard skills), keterampilan non teknis (soft skills) dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi. Harapannya, upaya tersebut mampu menajamkan visi agar DUDI dapat berkontribusi serta berkolaborasi secara lebih luas dan maksimal terhadap pendidikan vokasi.

"DUDI yang hadir dan terlibat sedikit banyak telah berkolaborasi dengan pendidikan vokasi, namun kami lebih mengharapkan agar hubungan ini dapat berlanjut pada level yang paripurna. Langkah penguatan hubungan merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan untuk lebih lanjut mereplikasi implementasi kerja sama, serta tentunya meningkatkan kualitas kerja sama agar lebih mendalam, menyeluruh, dan berkelanjutan," papar Wikan.

Adapun sasaran kerja sama yang tercantum dalam PKS merupakan implementasi paket 8+i link and match yang dituangkan dalam ruang lingkup perjanjian, meliputi penyelarasan kurikulum dengan DUDI, pembelajaran berbasis proyek riil dari industri, peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik melalui magang dan pelatihan.

Kemudian, pelaksanaan praktik kerja lapangan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi sesuai standar dan kebutuhan dari industri, penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari industri di satuan pendidikan vokasi, fasilitasi riset terapan untuk dukungan teaching factory, komitmen industri merekrut lulusan pendidikan vokasi, serta ditambah fasilitasi pemberian beasiswa.

Berikutnya Kesepakatan Kerja Berkelanjutan