Berkas Lengkap, Eks Bupati Tabanan Segera Disidang di Kasus Suap DID

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 15:22 WIB
Tersangka mantan Bupati Tabanan periode 2016-2021 Ni Putu Eka Wiryastuti (kanan) memasuki mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). KPK menahan dua tersangka dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan Tahun 2018 yakni mantan Bupati Tabanan periode 2016-2021 Ni Putu Eka Wiryastuti dan dosen Universitas Udayana I Dewa Nyoman Wiratmaja. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (NEPW) dkk telah lengkap. Ni Putu Eka akan segera disidang di kasus korupsi Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018.

"Tim jaksa (Jumat, 20/5) telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan tersangka NPEW (Ni Putu Eka Wiryastuti) dkk dari tim penyidik karena telah terpenuhinya seluruh kelengkapan isi berkas perkara penyidikan para tersangka dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

Ali mengatakan Ni Putu Eka dan tersangka I Dewa Nyoman Wiratmaja masih dilakukan penahanan 20 hari ke depan. Ni Putu Eka ditahan di Rutan Polda Bali, sementara I Dewa Nyoman di Rutan Polresta Denpasar Bali.

"Tim jaksa masih melanjutkan penahanan para tersangka untuk masing-masing selama 20 hari ke depan sampai nanti 8 Juni 2022," katanya.

Selanjutnya, Ali mengatakan jaksa KPK akan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan dalam kurun waktu 14 hari kerja.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor," ujarnya.

Diketahui, KPK menetapkan eks Bupati Tabanan Ni Puti Eka Wiryastuti dan dosen Universitas Udayana (Unud) I Dewa Nyoman sebagai tersangka kasus korupsi Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018.

"Sekitar Agustus 2017, ada inisiatif tersangka NPEW (I Putu Eka Wiryastuti) untuk mengajukan permohonan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat senilai Rp 65 miliar," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada wartawan, Kamis (24/3/2022).

Lili menyebutkan, untuk merealisasi keinginannya itu, Ni Putu Eka memerintahkan I Dewa Nyoman menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi permohonan pengajuan dana DID dimaksud. Lalu I Dewa Nyoman menemui serta berkomunikasi dengan beberapa pihak yang dapat memuluskan usulan tersebut.

Lili menjelaskan, agar rencana itu terlaksana, Ni Putu Eka perintahkan I Dewa Nyoman menyiapkan seluruh berkas permohonan pengajuan dana DID itu. Kemudian, I Dewa Nyoman bertugas berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk memuluskan usulan itu.

"Adapun pihak yang ditemui tersangka IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja) adalah Yaya Purnomo dan tersangka RS (Rifa Surya), yang diduga memiliki kewenangan dan dapat mengawal usulan dana DID untuk Kabupaten Tabanan tahun 2018," ucapnya.

(azh/idh)