Hari Anti-homofobia Jadi Momen Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT

ADVERTISEMENT

Hari Anti-homofobia Jadi Momen Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 14:13 WIB
Gereja Anglikan Sydney Larang Pernikahan LGBT Dan Yoga di Propertinya
Foto ilustrasi (ABC Australia)
Jakarta -

Bendera pelangi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) berkibar di Kantor Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia di Jakarta. Bendera itu dikibarkan saat momen hari anti-homofobia.

"Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) - kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia," demikian keterangan Kedutaan Besar Inggris untuk RI via akun resmi Instagram-nya, diakses detikcom, Sabtu (21/5/2022).

Hari anti-homofobia diperingati dunia setiap 17 Mei. Dilansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lembaga ini telah menghapus homoseksualitas dari klasifikasi internasional tentang penyakit pada 17 Mei 1990. Momentum 17 Mei itu kemudian diperingati dunia sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Bifobia. Apa arti istilah-istilah itu?

Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBTKedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT Foto: Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT (dok.Instagram @ukinindonesia)

Dilansir dari situs IDAHOBIT, berikut adalah penjelasannya:

Transfobia: Menggambarkan perasaan atau tindakan negatif terhadap seseorang yang trans atau beragam gender. Transfobia dapat mencakup ancaman kasar atau kekerasan fisik, pelecehan seksual dan sengaja mengecualikan seseorang karena jenis kelamin mereka.

Homofobia: Mencakup ancaman kasar atau kekerasan fisik, pelecehan seksual dan sengaja mengucilkan seseorang karena seksualitasnya. Homofobia seksual adalah bentuk paling umum, seperti pemanggilan nama, rumor, kata-kata kasar seperti 'homo' atau 'itu sangat gay', dan sebagainya.

Bifobia: Pelecehan terhadap seseorang yang tertarik pada lebih dari satu jenis kelamin, bahkan termasuk ketika identitas orang tersebut dihapus.

Interfobia: Diskriminasi interseks terjadi ketika seseorang diperlakukan kurang baik ketimbang orang lain dalam situasi yang sama karena orang tersebut memiliki ciri-ciri fisik, hormonal, atau genetik yang tidak seluruhnya perempuan atau seluruhnya laki-laki; Kombinasi perempuan dan laki-laki; atau bukan perempuan atau laki-laki. Ini dapat mencakup pengecualian atau perlakuan buruk dalam layanan medis.

Hari anti-homofobia atau IDAHOBIT itu juga menjadi momen para diplomat menyatakan dukungannya untuk hak-hak LGBT. Dilansir situs pemerintah Inggris, pernyataan bersama disampaikan oleh diplomat Albania, Australia, Belgia, Kanada, Chile, Kosta Rika, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, Israel, Italia, Latvia, Lituania, Luxemburg, Malta, Meksiko, Montenegro, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, San Marino, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Ukraina, Inggris, Amerika Serkat, Uruguay, dan Menteri Federal untuk Eropa dari Austria.

"Kami sepenuhnya mendukung tema IDAHOBIT 2022 "Tubuh Kita, Hidup Kita, Hak Kita". Karena itu, kami menjanjikan dukungan kami untuk hak-hak orang untuk secara bebas mengekspresikan orientasi seksual dan identitas gender mereka dan untuk membuat pilihan mereka sendiri mengenai tubuh mereka, tanpa pelecehan, kekerasan, diskriminasi, atau pembalasan. Oleh karena itu, kami mendukung upaya yang bertujuan untuk mendekriminalisasi hubungan sesama jenis dan orang berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender," demikian pernyataan mereka, 17 Mei 2022.

(dnu/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT