Memahami Penularan Flu Burung Human to Human
Senin, 05 Jun 2006 00:07 WIB
Jakarta - Penularan virus flu burung dari manusia ke manusia sangat dikhawatirkan akan segera terjadi. Sebab, sudah ada 36 pasien flu burung yang meninggal di Indonesia. Terlebih beberapa kasus menunjukkan gejala cluster.Seperti yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 7 Dari 9 orang yang diduga terkena flu burung meninggal. Mereka berasal dari satu keluarga. Ini merupakan kasus cluster terbesar setelah kasus yang menimpa Iwan Siswara dan kedua putrinya di Tangerang.Diawali dengan meninggalnya F, seminggu kemudian satu persatu anggota keluarga dan kerabat dekatnya tewas.Menanggapi hal itu, Dr Tjandra Yoga Aditama dari Departemen Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FKUI mengatakan, kalau jaraknya kematian antara korban pertama dengan korban berikutnya dalam waktu 1 minggu, maka masih mungkin mereka tertular dari sumber yang sama."WHO menyepakati kalau diluar 2 kali masa inkubasi, artinya diluar 2 minggu, baru kita bisa katakan tidak tertular dari sumber yang sama," urai Tjandra dalam pesan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (4/6/2006).Jenazah F yang disemayamkan dua sampai tiga hari di rumahnya sempat diciumi oleh keluarganya. Dikhawatirkan hal ini bisa mengakibatkan tertularnya anggota keluarga yang lain.Namun Tjandra menolak pendapat itu. "Belum ada satupun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa menciumi jenazah akan menularkan penyakit," tegas dia.Ditambahkannya, dalam suatu cluster, tidak semua anggota keluarga lantas terkena virus tersebut. Namun hingga kini belum ada yang tahu apa sebabnya. Ada yang menduga soal imunologik tertentu, atau pola genetik tertentu, tetapi penjelasan pastinya belum ada yang tahu.Virus flu burung di Karo, Sumatera Utara, diduga berbeda dengan rumpun virus lainnya di Indonesia. Dijelaskan Tjandra, walapun kemungkinan rumpun virusnya berbeda, tetapi masih dalam rumpun besar yang merupakan virus yang menular dari unggas."Kalau sudah bermutasi maka tidak akan disebut sebagai berbeda rumpun lagi, tetapi sekuensi genetiknya sudah berbeda," imbuh dia.Seandainya dilakukan eksperimen dengan mencobakan virus flu burung pada mahluk menyerupai manusia, dapatkah tertular? "Ini yang disebut fenomena Koch. Harusnya ya tentu tertular," tandas Tjandra.
(bal/)











































