Ratusan Rumah di Bantaran Sungai Deli Terancam Ambruk
Minggu, 04 Jun 2006 23:25 WIB
Medan -
Ratusan rumah warga yang berada di sepanjang pinggiran Sungai Deli di Medan terancam ambruk karena erosi sungai yang semakin parah. Sebagian rumah itu sudah terlihat miring. Namun masih dihuni.Rumah-rumah yang terancam ambruk itu umumnya yang berdiri persis di bantaran sungai. Di antaranya yang masuk Kelurahan Sungai Mati dan Kampung Baru di Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, dan Kecamatan Medan Labuhan. "Jika tidak segera dikosongkan lahan pinggiran sungai ini, maka kemungkinan akan ada korban jiwa akibat rumah yang rubuh. Erosi sudah mengkhawatirkan. Banjir terus menggerus tanah tepian sungai. Di beberapa titik, longsor juga menjadi ancaman," kata Ketua Umum SAR Indonesia, Aljuhri pada wartawan di Medan, Minggu (4/6/2006).Menurut Aljuhri, kondisi Sungai Deli yang sudah rusak parah karena pencemaran, serta tepian sungai yang gundul tanpa vegetasi penahan tanah atau tanaman penyangga, menyebabkan air menggerus tanah dengan mudah.Yang lebih memprihatinkan, kata Aljuhri, ternyata izin mendirikan bangunan tetap diberikan Pemerintah Kota Medan, atau paling tidak terjadi penyalahgunaan izin.Akibatnya, di sepanjang sungai bangunan-bangunan rumah serta gedung permanen terus berdiri. Beberapa bahkan menimbun sebagian badan sungai untuk kepentingan pembangunan. Sementara rumah-rumah liar lainnya yang dibangun secara ilegal terus bermunculan.Jika ini dibiarkan imbuh Aljuhri, maka itu sama saja menempatkan masyarakat berada dalam zona bahaya. Banjir yang melanda Sungai Deli, rutin terjadi setiap tahunnya. Selain itu, pembenahan Sungai Deli harus dilakukan, termasuk proses penyadaran pada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai."Sampah yang dibuang di badan sungai sudah mengakibatkan terjadinya sedimentasi atau pendangkalan pada beberapa titik. Pemantauan yang kami lakukan beberapa waktu terakhir menunjukkan titik sedimentasi terparah ada sembilan lokasi," kata Aljuhri.Sungai Deli merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada di Kota Medan. Saat ini, luas hutan di hulu Sungai Deli hanya tinggal 3.655 hektar, atau tinggal 7,59 persen dari 48.162 hektar areal daerah aliran sungai (DAS) Deli.Padahal, dengan luas 48.162 hektar, panjang 71,91 kilometer (km), dan lebar 5,58 km, DAS Deli seharusnya memiliki hutan alam untuk kawasan resapan air sedikitnya seluas 140 hektar, atau 30 persen dari luas DAS. Selain itu, kini limbah mencemari sungai. Pencemaran Sungai Deli, 70 persen di antaranya diakibatkan limbah padat dan cair. Limbah domestik padat atau sampah yang dihasilkan di Kota Medan 1.235 ton hari.
(bal/)










































