Bangunan Dekat Bandara Dili Dibakar
Minggu, 04 Jun 2006 22:19 WIB
Dili - Asap membumbung di tengah kota Dili, Timor Leste. Pasalnya tak kurang dari 6 bangunan di sekitar bandar udara Dili dibakar. Pelakunya adalah sekelompok orang tak dikenal.Pemerintah Timor Leste tak tinggal diam. Mereka segera meminta bantuan pasukan asing untuk turut serta menangani aksi tersebut, termasuk kekerasan lain yang kerap terjadi di negara muda itu.120 polisi paramiliter asal Portugal datang sebagai bagian dari pasukan internasional. Warga setempat pun menyambut baik kedatangan mereka. Salam hangat dan bunga diberikan pada para polisi itu.Para polisi ini pun segera berkeliling di kota Dili. Mereka tampaknya sangat memahami kondisi negara itu. Maklum, Timor Leste merupakan bekas daerah koloni mereka.Sementara itu, tentara dari Malaysia dan anggota kepolisian dari Australia turut bergabung mencari para pengacau. Namun tak seorang pun berhasil ditangkap.Aksi pengacau itu bukan kali pertamanya meresahkan masyarakat. Pembakaran rumah, perampokan dan pembunuhan kerap dilakukan. Akibatnya banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, sehingga terpaksa tinggal di tempat pengungsian yang kotor."Kalau gerombolan itu datang tidak apa-apa, tapi tiap kali mereka pergi, selalu saja ada sesuatu yang terjadi," ujar Zeca Godinho, warga setempat dengan putus asa, seperti dilansir dari Associated Press , Minggu (4/6/2006).Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan 35 polisi Australia, 250 polisi Malaysia dan beberapa polisi dari New Zealand akan didatangkan ke Timor Leste.Ditambahkan dia, personel polisi itu harus tetap bekerja dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memimpin program pembangunan nasional di Timor Leste pasca deklarasi kemerdekaan tahun 2002."Dengan begitu, di sana akan hadir polisi yang cukup kuat untuk melindungi warga," tandas Downer.
(bal/)











































