Sofyan Djalil Diberitakan Korupsi, Mertua Jantungan
Minggu, 04 Jun 2006 17:14 WIB
Jakarta - Menkominfo Sofyan Djalil membantah keras pemberitaan yang menyebutkan dia terlibat korupsi proyek Jakarta International Container Terminal (JITC) senilai Rp 12,9 miliar. Akibat pemberitaan itu, mertua Menkominfo mengalami serangan jantung."Saya tidak bersalah sama sekali. Dampaknya luar biasa. Mertua saya terkena serangan jantung gara-gara membaca berita itu," kata Sofyan Djalil saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (4/6/2006).Sofyan membeberkan, dirinya sangat keberatan dengan tulisan headline Harian Rakyat Merdeka edisi Sabtu 3 Juni yang memuat bahwa dirinya terlibat dalam korupsi proyek JICT.Dia juga membantah dirinya pernah menjabat komisaris Pelindo II. "Saya pernah menjabat sebagai salah satu komisaris Pelindo III. Saya tidak pernah jadi komisaris Pelindo II," tegasnya.Akibat pemberitaan itu, Menkonimfo akan menggunakan hak jawabnya dangan mendatangi kantor Harian Rakyat Merdeka sore ini pukul 18.00 WIB. Sofyan berharap Rakyat Merdeka menyampaikan pernyataan maaf kepada pembaca. Permohonan maaf itu harus bertuliskan secara jelas dan ditulis di headline dengan judul, "Redaksi Mohon Maaf: Tidak Benar Menkominfo Terseret Kasus Korupsi BUMN".Tulisan itu diminta ditulis dengan font dan tulisan yang sama dengan edisi 3 Juni yang diringi kalimat pengantar," Telah terjadi kesalahan jurnalistik, mencabut isi berita tanggal 3 Juni tentang Menkominfo." Selanjutnya, tulisan itu harus dimuat pada edisi Senin 6 Juni 2006.Jika Rakyat Merdeka tidak memiliki itikad baik, maka Menkominfo akan membawa kasus ini pada UU Pers No 40 tahun 1999 dengan ancaman denda Rp 500 juta. "Kalau menang, dananya akan saya sumbangkan ke Yayasan Pengembangan Karakter," ujar Sofyan Djalil.Sofyan berpendapat dalam pemberitaan yang ditulis Harian Rakyat Merdeka yang berjudul, "Menkominfo Terseret Kasus Korupsi BUMN," dibuat tanpa dilengkapi data akurat dan merupakan opini yang menghakimi dari wartawan. Bahkan redaksi juga dianggap tidak mencoba melakukan konfirmasi kepada dirinya.
(san/)











































