Jepang Bangun RS Darurat di Tengah Jalan Raya Bantul
Minggu, 04 Jun 2006 15:20 WIB
Bantul - Pemerintah Jepang membangun rumah sakit darurat di tengah Jalan Raya Bantul di depan RS PKU Muhammadiyah Bantul. Akibatnya lalu lintas pun dialihkan.Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (4/6/2006), rumah sakit itu terdiri dari 4 tenda kecil dan 1 tenda besar yang bentuknya menyerupai logo palang merah. Setiap harinya 100 pasien korban gempa datang ke RS tersebut untuk berobat.Kabanyakan pasien adalah korban yang mengalami luka ringan. Sedangkan untuk korban yang luka berat dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.Menurut Yamada, koordinator klinik Jepang, mereka telah melayani pasien korban gempa sejak seminggu lalu. Mereka menyediakan 4 dokter dari Jepang, 1 dokter Indonesia yang sedang belajar di Jepang, 7 perawat, dan beberapa relawan mahasiswa Jepang yang kuliah di Yogyakarta.Program yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) ini belum memiliki batas waktu kapan akan diakhiri."Kita akan pulang kalau pasien sudah tidak ada lagi," ujar Yamada.Selain itu pemerintah Jepang yang dibantu oleh Japan Self Defence Force (JSDF) juga membangun rumah sakit darurat di kantor lurah Bunder, Jalan Wonosari, Patuk, Gunung Kidul.Sementara itu Palang Merah Iran juga tidak sepi dari pasien. Sebuah klinik yang terdapat di desa Sumber Mulyo, Bambanglipuro, Bantul, tiap harinya dipenuhi 200 orang pasien. Koordinator klinik Mansur Aqhanassir mengatakan, selain mendatangkan tim medis mereka juga membawa berbagai bantuan untuk korban bencana seperti tenda, bahan makanan, dan alat berat untuk mengangkut puing bangunan.Tim medis Iran ini akan bertugas di Yogyakarta sekitar 1 bulan.
(san/)











































