BPK: Pemerintah Tidak Belajar dari Pengelolaan Bantuan Aceh
Minggu, 04 Jun 2006 13:05 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai pemerintah tidak pernah mau belajar dari kasus pengelolaan bantuan bagi korban bencana seperti Aceh. Alhasil, penanganan bantuan bencana untuk korban gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi kacau."Hasil audit bantuan bagi korban tsunami di Aceh menyebutkan ada yang salah dalam pengelolaan bantuan. Tapi pemerintah tidak tanggap. Akibatnya bantuan untuk korban gempa di Yogya juga kacau," kata anggota BPK Baharuddin Aritonang kepada detikcom, Minggu (4/6/2006).Disebutkan dia, saat mengelola bantuan Aceh, BPK menemukan banyak sekali rekening yang muncul. Akibatnya banyak duit yang tercecer di rekening-rekening tersebut."Mestinya kejadian di Yogya bisa dilakukan lebih baik. Pemerintah itu kan ada pengawas internalnya seperti Irjen dan Bawasda. Difungsikan dong. Sehingga kalau BPK lakukan audit sudah ada laporan pembukuan. Kelihatannya banyak unit pemerintahan yang tidak berfungsi," ujar dia
(san/)











































