83% Wilayah RI Rawan Bencana, Termasuk Bencana Ekologis

83% Wilayah RI Rawan Bencana, Termasuk Bencana Ekologis

- detikNews
Minggu, 04 Jun 2006 11:14 WIB
Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat, 83% daerah Indonesia rawan bencana. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki banyak gunung api yang rawan gempa, alam yang dikuras habis, dan kantong-kantong air yang terus-menerus dihancurkan hingga pada titik krisis air. Bencana terbaru mengancam, yaitu bencana ekologis."Air kita bercampur dengan chemical dan septitank. Makanan kita juga mengandung chemical dan pengawet, itu yang disebut bencana ekologis," kata Direktur Eksekutif Walhi Khalid Muhammad di kantornya, Jalan Tegalparang Utara No 14, Mampang, Jaksel, Minggu (4/6/2006).Khalid menuturkan, Indonesia berada pada situasi kerentanan bencana ekologis, yaitu suatu akumulasi krisis ekologis yang terus menerus dilakukan tanpa ada perbaikan dan lingkungan hidup dalam kondisi ketiadaan pilihan bertahan hidup, gagalnya fungsi ekosistem, kemiskinan dan kematian."Indonesia saat ini sudah mengalami 4 musim, yaitu hujan yang menyebabkan banjir dan longsor, dan panas yang menyebabkan kekeringan dan gagal panen," jelasnya.Disebutkannya juga, berdasar data Bakornas tahun 1998-2004, tercatat 1.150 bencana dengan korban jiwa 1.900 orang dan kerugian Rp 5.922 miliar. Tiga bencana utama itu adalah banjir, kebakaran dan tanah longsor.Dampak bencana itu bukan hanya jatuhnya korban jiwa dan benda, tapi juga berdampak pada produksi pertanian, tercemarnya sumber air dan masalah sosial yang lebih luas seperti pengungsi dan migrasi penduduk.Untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya bencana ekologi, pada Senin besok Walhi menggelar aksi guna memperingati Hari Lingkungan Hidup. Walhi akan mengundang 100 pelukis di Bundaran HI untuk demo melukis dengan tema "Selamatkan Indonesia dari Bencana Ekologis." (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait