Jual Sel Telur untuk Tiket Liburan
Minggu, 04 Jun 2006 11:02 WIB
Jakarta - Jual beli telur tentu saja tidak dilarang. Tapi kalau yang dijualbelikan adalah sel telur, nah itu baru terlarang, setidaknya di Australia. Di bawah hukum Australia, jual beli sel telur dan sperma adalah ilegal, sama dengan perdagangan organ manusia. Pelakunya bisa diganjar hukuman maksimal 6 bulan penjara dan denda 4.400 dolar. Meski demikian, sungguh sulit membuktikan kasus ini di pengadilan karena jual beli ini dirancang sangat tertutup dan pribadi.Investigasi The Sunday Telegraph seperti dilansir The Australian, Minggu (4/6/2006) menguak pasar gelap jual beli sel telur di Australia. Praktek ilegal ini muncul karena kurangnya wanita yang dengan sukarela menyumbangan sel telurnya pada mereka yang mengalami gangguan mendapatkan anak.Tujuh wanita donor sel telur mengaku mereka telah dan akan menerima pembayaran atas penjualan sel telur mereka pada pasangan yang tidak memiliki anak. Di antara upah yang ditawarkan pada mereka adalah tiket pesawat terbang dan pembayaran untuk sewa donor selama satu tahun.Untuk mendapatkan wanita yang bersedia mendonorkan sel telurnya tanpa kompensasi tertentu, sungguhlah sulit. Bahkan sejumlah pencari sel telur harus pergi ke luar negeri untuk mencari negeri yang melegalkan jual beli sel telur.Di AS, proses donor sel telur bisa mencapai ongkos 10 ribu dolar. Namun harga yang lebih murah bisa didapatkan di India.Panjangnya daftar tunggu untuk mendapatkan sel telur di klinik-klinik fertilitas di seanteroAustralia mendorong kaum wanita menemukan domornya sendiri melalui teman, keluarga, atau iklan. Menurut aturan yang berlaku, mereka hanya diizinkan membayar ongkos medis dan ongkos perjalanan donor. Iming-iming sejumlah uang tidak diperkenankan.Seorang donor menyatakan, dia mendapatkan tiket pulang balik ke Eropa dari seseorang yang berhasil mendapatkan seorang anak dari sel telurnya. Seorang wanita Sydney pencari donor menyatakan, dia menawarkan ongkos sewa donor selama setahun atau menanggung semua ongkos liburan ke luar negeri.Seorang pria yang yang juga mencari seorang donor sel telur bersama pasangannya, menilai pemberian hadiah sudah seharusnya diperbolehkan. "Bila hadiah itu untuk maksud baik dan tidak diminta, siapa di Bumi ini yang punya masalah dengan itu?" komentarnya.
(nrl/)











































