Pemkot Bekasi Kebut Vaksinasi COVID Booster, Target Capai 60% dalam 2 Bulan

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 18:15 WIB
Kadis Kesehatan Bekasi Tanti (Fakhri-detikcom)
Kadis Kesehatan Bekasi Tanti (Fakhri/detikcom)
Bekasi -

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohillawati menargetkan vaksinasi Corona atau COVID-19 dosis ketiga atau booster di Kota Bekasi mencapai 60 persen dalam dua bulan. Hingga saat ini, Tanti mengatakan vaksin Corona booster di Kota Bekasi mencapai 32 persen.

"Kita harus segera untuk mengejar kita untuk mencapai target-target yang tadi disampaikan. Mudah-mudahan kita bisa dua bulan ke depan bisa mencapai target 60 persen, ya, mudah-mudahan. (Sekarang) sudah 32, hampir 33 persen," kata Tanti ketika ditemui di aula Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jumat (20/5/2022).

Menurut Tanti, vaksinasi booster harus dilakukan untuk dapat mencapai status endemi Corona. Dia mengimbau semua pihak semangat mengejar target vaksin booster 60 persen.

"Ini kewajiban bersama ya, mudah-mudahan dengan tercapainya booster nanti setelah kita maksimal, maka betul-betul kita sudah bukan lagi pandemi, tapi sudah endemi. Memang disemangati kembali kepada tim wilayah, baik itu di jajaran Polres, jajaran Dandim, di jajaran Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini camat, lurah, kapus," tuturnya.

Tanti mengatakan pihaknya tetap melakukan penyuluhan vaksinasi Corona booster meski penggunaan masker di area terbuka tak lagi wajib. Tanti mengatakan vaksinasi booster tetap dibutuhkan masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19.

"Meskipun membuka masker, tapi kan ini untuk proteksi pertahanan tubuh, imun kita biar kuat. Jadi kalau masih pandemi, meskipun sekarang kita ada kelonggaran untuk buka masker, bukan berarti melalaikan vaksinasi," ujarnya.

Tanti mengimbau masyarakat menggunakan masker di tempat-tempat kerumunan seperti pasar dan mal. Dia mengatakan penggunaan masker efektif mengurangi risiko penularan COVID-19.

"Ya kalau di perbelanjaan itu kan orang banyak, kita harus menjaga diri saja. Sekarang kan statusnya masih pandemi, bukan endemi. Daripada kita nanti berisiko sebaiknya kalau di tempat-tempat umum baik di mal, pasar itu sebaiknya tetap menggunakan masker," ucapnya.

(haf/haf)