Ragam Cerita Jemaah soal Saf Salat di Masjid Istiqlal Kembali Rapat

M Hanafi - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 15:03 WIB
Masjid Istiqlal
Suasana salat Jumat di Masjid Istiqlal (Foto: Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Masjid Istiqlal memberlakukan sejumlah pelonggaran saat salat berjemaah di tengah pandemi COVID-19, salah satunya saf yang kembali rapat. Pelonggaran ini direspons beragam oleh jemaah.

"Pelonggaran cuma saf saja dirapatin. Sama pintu gerbang belum dibuka semua. Dari kalau parkir bisa masuk pintu Al-Aziz, bisa di Al-mukmin, kemudian Assalam. Pintu yang masih tutup Al-Fatan, Al-Jabbar. Sementara Arrozak hanya dibuka untuk tamu VIP. Itu saja," ujar Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah kepada wartawan, Jumat (20/5/2022).

Pelonggaran itu ditanggapi dengan rasa waswas dari jemaah bernama Adrie. Dia mengaku tetap cemas karena pernah mengidap COVID-19.

"Ya masih ada juga rasa waswas, karena kan juga alumni COVID juga. Tetap kekhawatiran ada aturan seperti itu. Ya artinya secara pribadi masih khawatir karena kan diimbau tetap jaga prokes. Nah, mungkin dalam konteks ini secara pribadi tetap menjaga apalagi di ruang tertutup karena juga nggak tahu kasus-kasus apa COVID itu kan seperti apa terdahulu, tiba-tiba jadi pandemi jadi besar," ujar Adrie.

Adrie mengaku tetap memperhatikan keadaan sekitar jika hendak melepas masker. Dia mengaku tak akan melepas masker jika berada di kerumunan.

"Saya melihat keadaan, kalau keadaannya jauh, berjauhan, jaga jarak bisa jadi buka. Tapi kalau mulai ada kerumunan, pakai masker," ucapnya.

Jemaah lainnya, Lalu Fatul, mengaku senang dengan pelonggaran yang ada di tengah pandemi COVID-19. Lalu mengatakan tak ada yang menegur jika tak memakai masker sehingga dirinya merasa kondisi sudah aman.

"Saya enjoy saja. Artinya tetap saya memperhatikan arahan pemerintah. Kalau memang pihak protokol atau masjid mengatakan 'semua pakai masker' ya kita pakai. Karena tadi saya tidak pakai masker, tadi tidak ada yang menegur berarti sudah, alhamdulillah bebas," kata Lalu Fatul.

Dia mengaku berani membuka masker saat berada di luar ruangan. Dia mengaku berani melepas masker karena ada arahan dari pemerintah.

"Ya, artinya mengingat aturan tadi artinya kita harus disiplin dengan aturan. Kita lihat arahan-arahan pemerintah juga ya, tidak seketat kemarin makanya kita berani melepas. Nggak berani kita sembarangan juga kan," sebutnya.

(haf/haf)