Legislator PKS Tuding Kementan Lalai Berujung PMK Hewan Ternak Muncul Lagi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 08:00 WIB
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak gencar dilakukan di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Pemeriksaan itu guna cegah penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan.
Ilustrasi (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak muncul lagi di Indonesia yang sebenarnya telah mendapat status bebas PMK sejak 1990. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin menuding Kementerian Pertanian (Kementan) lalai.

"Kementan dalam hal ini Ditjen PKH agak lalai mengantisipasi masuknya PMK ini yang bisa jadi berasal dari hewan atau daging dari negara luar yang tidak bebas PMK," ujar Akmal kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Akmal yakin wabah PMK di Indonesia berasal dari negara lain. Dia mengatakan Indonesia mengimpor daging dalam jumlah yang sangat besar.

"Kita sangat menyayangkan masuknya PMK di Indonesia karena pasti akan membuat derita peternak rakyat dan juga mengancam kesehatan manusia," tutur Akmal.

Akmal meminta Kementan segera bertindak. "Segera identifikasi sumber penyebaran dan langkah untuk memutus penyebarannya," imbuh Akmal.

Sebelumnya, PMK dilaporkan muncul lagi di Indonesia yang telah dinyatakan negara bebas PMK oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE sejak 1990. PMK dilaporkan muncul pada hewan ternak di Jawa Timur serta Aceh.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan penyakit kuku dan mulut pada ternak dapat disembuhkan dan tidak menular ke manusia. Oleh sebab itu, dia optimistis penanganan penyakit mulut dan kuku dapat dikendalikan secara cepat.

"Jadi sebenarnya PMK ini dapat disembuhkan dan tidak menular ke manusia, tetapi kita harus waspada dan terus bekerja. Yang terpenting tidak boleh membangun kepanikan karena itu sangat berbahaya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5/2022).

Syahrul pun mengungkap 3 strategi untuk mempercepat pengendalian penyakit mulut dan kuku. Pertama, kata SYL, Kementerian Pertanian mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan.

Kedua menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan dan ketiga adalah strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

(isa/haf)