PT JakPro Jamin Ancol Tak Akan Rugi karena Formula E

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 00:23 WIB
Pembangunan lintasan Sirkuit Formula E di Jakarta telah rampung. Kini Jakarta International E-Prix Circuit menyisakan pemasangan infrastruktur tambahan.
Penampakan Lintasan Sirkuit Formula E dari Atas (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Direktur PT Jakarta Propertindo (JakPro) Gunung Kartiko menjamin PT Taman Impian Jaya Ancol tidak akan merugi karena perhelatan Formula E. Sebab, skema kerjasama antara kedua perusahaan itu bersifat business to business (B to B).

"Oh nggak, (Ancol) nggak merugi. Karena ini B to B. Tidak ada (rugi), kita sama-sama milik Pemprov, kita murni B to B," kata Gunung di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/5/2022).

Gunung juga menepis anggapan pihaknya tidak membayar ke Ancol terkait layanan gratis wahana Ancol bagi penonton Formula E. Dia memastikan, JakPro selaku penyelenggara tetap membayar ke Ancol sesuai jumlah pengunjung Formula E yang masuk.

"Tidak ada yang digratiskan. Kita B to B, kita bayar ke Ancol," tegasnya.

"Jadi setiap orang yang ke sini kita bayar ke Ancol," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berencana memanggil manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol terkait rencana menggratiskan seluruh wahana kepada pembeli tiket Formula E. Sebab, Prasetio menilai harga tiket yang dijual lebih murah berpotensi membuat tekor.

"Saya akan panggil pihak Ancol untuk menanyakan model kerjasama dengan Formula E. Jangan-jangan ini pakai PMD atau duit pinjaman Ancol dari Bank DKI," kata Prasetio dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022).

Prasetio menjelaskan, harga tiket termurah balap mobil listrik itu dibanderol Rp 250 ribu. Jika merujuk pada salah satu situs penjualan tiket, harga ini lebih mahal sedikit dibanding harga bundling tiket Dufan, Sea World/Samudra pada hari kerja plus tiket masuk Ancol.

"Dalam situs tiket.com, harga tiket Dufan, Sea World/Samudra Weekday plus masuk Ancol dibanderol Rp 248.535. Ini berarti harga tiket Formula E hanya lebih mahal Rp 1.465 dibanding harga bundling tersebut. Harga itu tentunya di luar pajak sebesar 15 persen," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Prasetio ingin mengetahui seberapa besar Formula E mendongkrak pendapatan Ancol, berapa nilai kontrak kerja sama yang diperoleh Ancol untuk menyewakan lahan serta berapa besar uang yang didapat dari penjualan tiket Formula E.

"Ancol ini BUMD. Perusahaan yang harus mendapat untung. Jangan sampai Ancol yang mengaku merugi karena pandemi makin tekor karena Formula E," tegasnya.

(taa/eva)