Polda Metro Dalami Motif Pengirim E-Mail Ancaman Bom ke Kedubes Belarus

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 23:35 WIB
Polisi Tangkap 2 Penjambret yang Diunggah Dokter Tirta di Instagram
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan (Foto: Dok. 20Detik)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyelidiki pengirim surat elektronik (surel) atau e-mail ancaman bom ke Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Belarus. Polisi juga akan mendalami motif pelaku mengirimkan ancaman bom tersebut.

"Kita masih mendalami, apakah ini motifnya hanya iseng dan sebagainya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Zulpan memastikan tidak ada temuan bom di kantor Kedubes Belarus. Meski demikian, teror ancaman bom tidak dapat dibenarkan.

"Tapi, perlu saya sampaikan bahwa tidak dibenarkan dengan latarbelakang iseng kita melakukan pengancaman kepada seseorang ataupun pihak-pihak tertentu, apalagi ini Kedubes negara asing tentunya ini akan menimbulkan suatu ketakutan bagi yang diancam," paparnya.

Zulpan mengatakan pihaknya akan menyelidiki lebih dalam terkait pelaku pengirim ancaman bom ini. Polisi akan melacak keberadaan pelaku tersebut.

"Iya tentunya kita nanti akan lihat sumber ancamannya dari akun mana, tentunya akan kita dalami," ucapnya.

Ancaman Bom Dikirim Melalui E-Mail

Seperti diketahui, Kedubes Republik Belarus di Setiabudi, Jakarta Selatan, menerima ancaman bom pada Rabu (18/5). Ancaman bom itu disampaikan si pelaku melalui surat elektronik (e-mail) berbahasa Rusia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya ancaman bom ke Kedubes Belarus. Zulpan memastikan tidak ada bom ataupun benda mencurigakan yang ditemukan di kantor Kedubes Belarus.

"Memang benar ada ancaman ke Kedubes Belarus, tetapi setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya, hasilnya nihil. Tidak ditemukan benda/barang berbahaya maupun mencurigakan di Kedutaan Belarus," ujar Zulpan saat dihubungi detikcom, Kamis (19/5).

Baca di halaman selanjutnya: isi pesan e-mail ancaman bom ke Kedubes Belarus.