Polri-PPATK Blokir Rekening Rp 70 M Milik Tersangka Kasus Fahrenheit

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 16:13 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keungan (PPATK) memblokir rekening milik para tersangka kasus robot trading Fahrenheit. Adapun total rekening yang diblokir senilai Rp 70 miliar.

"Penyidik bersama dengan PPATK telah melakukan pemblokiran terhadap beberapa rekening dengan total kurang-lebih sebanyak Rp 70 M," ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli saat konferensi pers, Kamis (19/5/2022).

Gatot menyebut berkas perkara kasus robot trading Fahrenheit saat ini sudah memasuki tahap I. Pihaknya telah melimpahkan berkas perkara 5 tersangka kasus tersebut ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Pada Rabu tanggal 18 Mei 2022, telah dilakukan pengiriman berkas perkara tahap I kepada JPU terhadap 5 Tersangka HS, D, DBJ, ILJ, dan MF," kata Gatot.

Polri Kirim Cekal ke Imigrasi

Sebelumnya, polisi masih memburu lima tersangka robot trading Fahrenheit yang diduga berada di luar negeri (LN). Polisi mengajukan cekal ke Imigrasi guna melengkapi berkas pengajuan red notice untuk memburu lima tersangka tersebut.

"Penyidik sudah kirim cekal ke Imigrasi sebagai salah satu kelengkapan administrasi permintaan red notice," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu (18/5).

Diketahui, polisi menetapkan 10 tersangka di kasus robot trading Fahrenheit. Sebanyak lima tersangka sudah ditahan, sedangkan lima orang lainnya diduga kabur ke luar negeri (LN).

"Total tersangka dalam kasus ini ada 10 orang. Kelimanya terindikasi berada di luar negeri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat konferensi pers, Jumat (22/4).

Gatot menyebut penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sedang mengajukan penerbitan red notice guna memburu lima tersangka yang berinisial HA, FM, WR, BY, dan HD.

(rak/lir)