Antisipasi Hepatitis Akut, Komisi IX DPR Panggil Kemenkes Pekan Depan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 16:02 WIB
Komisi IX panggil Kemenkes pekan depan
Komisi IX DPR memanggil Kemenkes pekan depan. (Firda/detikcom)
Jakarta -

Komisi IX DPR akan memanggil pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam merespons perkembangan kasus hepatitis akut misterius. Pemanggilan ini demi mengantisipasi hepatitis akut berkembang seperti awal mula COVID-19.

"Komisi IX sudah memutuskan untuk memanggil Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lain untuk soal hepatitis akut ini dibahas dengan rapat di Komisi IX, sehingga cukup otoritatif untuk kita mendengarkan apa saja keterangan dari semua pihak terkait," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Melki menilai situasi hepatitis akut saat ini seperti yang terjadi pada periode awal COVID-19 merebak. Dia berharap pemerintah lebih antisipatif dalam menangani setiap kasus hepatitis yang muncul di periode awal ini.

"Karena ini seperti kalau kita lihat ini kurang lebih mirip dengan kejadian saat COVID-19 awal. Kita berpengalaman pada COVID-19 dan sekarang kita masuk di hepatitis akut. Mudah-mudahan kita lebih awal antisipatif dengan kejadian ini. Ini kondisinya seperti COVID-19 di periode awal," ujarnya.

Lantas, dia mendorong upaya pencegahan dalam menangani kasus hepatitis akut ini. "Karena posisi kita masih meraba-raba, tentu yang paling penting adalah pencegahan. Pencegahan dan memastikan agar dua jalur masuknya penyebab penyakit ini jangan sampai menghampiri anak-anak kita," imbuhnya.

Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan potensi penyakit hepatitis akut merebak menjadi pandemi relatif kecil. Menurutnya, penyebaran hepatitis akut misterius tak akan mengancam jalannya aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Namun tetap harus diwaspadai.

"Tadi pertanyaannya mungkin, nggak, ini jadi pandemi? Kalau kita lihat perkembangan kasus, kecepatan dari penambahan kasus, ini hepatitis akut misterius kalau berkembang seperti situasi pandemi rasanya kecil sekali. Karena kondisinya tidak akan mengancam begitu banyak yang menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Namun perlu diwaspadai," katanya.

Eks Jubir Kemenkes itu menerangkan tahapan penyakit mulai dari peningkatan kasus, kejadian luar biasa, wabah, endemi, dan paling akhir ialah pandemi. Merujuk WHO, Siti menyebut penyakit hepatitis akut misterius diwanti-wanti mencapai tahapan kejadian luar biasa.

"Kalau dalam epidemiologi, tahapan-tahapan penyakit itu kan mulai dari peningkatan kasus, kejadian luar biasa, wabah, endemi, dan pandemi. Kalau COVID kan sampainya pandemi. Kalau ini WHO cuma mengatakan hati-hati nanti bisa terjadi kejadian luar biasa," katanya.

Sejauh ini, Nadia mengatakan belum ada fakta ilmiah mengenai identifikasi virus dan pengobatan penyakit hepatitis misterius. Namun, dikatakannya bahwa penyakit hepatitis misterius memiliki gejala yang mirip dengan hepatitis A.

"Karena kita nggak tahu nih penyakit penyebabnya apa, virusnya belum tahu. Mengobatinya pakai obat apa juga belum tahu, faktor risikonya belum tahu," katanya.

"Para ahli mengatakan gejala hepatitis akut ini mirip gejala hepatitis A. Penularannya melalui makanan. Makanya sekarang yang diimbau ke masyarakat, ya, cuci tangan, tidak makan sembarangan, jangan berbagi alat makan. Itu kunci awalnya," imbuh dia.

(fca/maa)