Warga Bantul Tolak Pembersihan Puing Bangunan Pakai Alat Berat
Sabtu, 03 Jun 2006 10:22 WIB
Bantul -
Korban bencana gempa di wilayah Bantul menolak pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan dengan menggunakan alat berat. Mereka menginginkan pembesihan dilakukan dengan cara manual.Pantauan detikcom, Sabtu (3/6/2006) di Desa Bawuran dan Segoroyoso, Plered, Bantul, sejumlah alat berat hanya digunakan untuk membersihkan dan membuka jalan-jalan desa yang tertimbun reruntuhan bangunan, serta membersihkan sarana dan prasarana umum yang rusak, seperti masjid dan balai desa.Sedangkan warga tetap menginginkan pembersihkan puing-puing rumah secara manual. Seperti yang dilakukan Amad Surbi (57), warga Desa Bawuran, rumahnya roboh dan ia kehilangan seorang adik kandungnya. Ia menginginkan pembersihkan puing-puing dilakukan dengan manual.Amad mengaku sudah meminta bantuan anggota TNI/Polri untuk membersihkan puing-puing rumahnya. Alasannya, ada beberapa sejumlah uang, harta benda, perhiasan milik istrinya yang tertimbun di lemari ruangan bagian tengah.Hal serupa dilakukan oleh tetangga sekitar Amad Surbi. Hampir seluruh warga di wilayah tersebut menolak pembersihan rumahnya dengan alat berat. Mereka memilih pembersihan dengan cara manual, meski akan berlangsung lama. Alasannya, banyak harta benda yang tertimbun bangunan, sehingga jika menggunakan alat berat bisa rusak atau hilang.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































