Wanti-wanti MUI Perihal Bahaya Ulama YouTuber Berfatwa Asal

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 21:03 WIB
Jakarta -

Peringatan disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) perihal bahaya munculnya ulama YouTuber yang kerap mengeluarkan fatwa tanpa dasar yang jelas. MUI menyebut ulama YouTuber itu membuat fatwa secara cepat tanpa merujuk ke kitab-kitab.

Wanti-wanti itu disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zulfa Mustofa, dalam acara halalbihalal MUI seperti dalam keterangan yang dikutip dari YouTube MUI, Rabu (18/5/2022). Mulanya Zulfa menyinggung soal banyak orang yang mengaku ulama di YouTube.

"Sekarang banyak itu, kiai para masyayikh, ulama YouTuber atau orang yang mengaku ulama tetapi mengandalkan YouTube, atau orang yang tadi tidak menguasai manhaj istinbat tapi berfatwa, banyak orang berfatwa dalilnya 'Mbah Google', dalilnya dari mana dia ambil. Dalam bahasa saya, saya menyebutnya seperti memungut kayu bakar di malam hari," ujar Zulfa.

Proses Penetapan Fatwa Butuh Waktu

Zulfa mengatakan proses penetapan fatwa memerlukan waktu. Dia lantas mencontohkan komisi fatwa MUI Yang memutuskan fatwa bisa sampai satu bulan.

"Alangkah banyaknya dai-dai YouTuber, mereka sering kali berfatwa dengan cepat tanpa lagi melihat kitab-kitab, beda seperti komisi fatwa MUI, saya tahu persis karena saya pernah menjadi bagiannya, rapat itu memutuskan satu hukum bisa satu bulan, ya Allah itu orang alim-alim," ujar Zulfa.

Lebih lanjut, Zulfa mengaku bersyukur pernah bergabung di Komisi Fatwa MUI. Dia menegaskan ilmu yang berkah adalah yang jelas proses pencariannya.

"Saya beruntung pernah bergabung dengan ulama-ulama di Komisi Fatwa MUI. Wahai merugilah orang yang menjadikan Google, 'Mbah Google', 'Syaikh Google' sebab sabab rujukannya, mestinya seseorang berpegangan kepada para masyayikh baik yang masih hidup maupun dari kitab-kitabnya, yang jelas standarnya yang sempurna jalan ilmunya. Karena sesungguhnya ilmu akan berkah akan kuat kalau jelas sanadnya dan proses pencariannya, dan berkahnya orang alim jika dia ikhlas dalam memberikan ilmunya," ujar Zulfa, yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

(knv/aik)