Bamsoet Apresiasi Mahasiswa PTIK Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Warga

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 20:11 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menganugerahkan piagam penghargaan kepada para mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan 80 yang telah aktif menyosialisasikan bahaya Narkoba
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menganugerahkan piagam penghargaan kepada para mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan 80 yang telah aktif menyosialisasikan bahaya narkoba ke berbagai kalangan masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Menurutnya, kegiatan penyuluhan ini penting, mengingat penyalahgunaan Narkoba merupakan bagian dari kejahatan transnasional yang peningkatannya sangat drastis.

Bamsoet mengungkapkan data UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) pada tahun 2020 menyatakan penyalahgunaan Narkoba telah dilakukan oleh sekitar 269 juta orang di dunia.

"Indonesia termasuk yang mendapat perhatian serius, karena masuk dalam jajaran 'segitiga emas' perdagangan Narkoba bersama Australia, Selandia Baru, dan Malaysia. Indonesia tercatat menempati posisi ke-3 di dunia dalam hal penyalahgunaan Narkoba, di bawah Meksiko dan Kolombia. Sedangkan di tingkat ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat transaksi Narkoba tertinggi," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

Hal ini ia sampaikan usai menerima mahasiswa PTIK angkatan 80 di Jakarta. Para mahasiswa PTIK yang hadir diantaranya Iptu Redho Agung, Ipda Fery Afrilio, Ipda Ario Senopati, Ipda Aditya Rizky dan Ipda Nurul Farouq.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan penyalahgunaan Narkoba berpotensi merenggut masa depan generasi emas bangsa Indonesia. Merujuk hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dirilis pada Juni 2019, terdapat 2,3 juta pelajar dan mahasiswa yang pernah mengkonsumsi narkotika.

Mengingat generasi muda rentang usia 15 sampai 35 tahun adalah kelompok usia paling rentan terpapar, kemungkinan besar jumlah pelajar dan mahasiswa yang pernah mengkonsumsi narkoba saat ini telah melampaui angka 2,3 juta jiwa.

"Bareskrim Polri melaporkan sepanjang pertengahan tahun 2021 lalu, tercatat sudah 24.878 orang ditangkap dari 19.229 kasus peredaran Narkoba. Sementara barang bukti yang disita berupa ganja 2,14 ton, sabu 6,64 ton, heroin 73,4 gram, kokain 106,84 gram, tembakau gorila 34 ton, dan ekstasi 239.277 butir. Sedangkan pada tahun 2020, Polri berhasil mengamankan barang bukti 5,91 ton sabu, 50,59 ton ganja, 905.425 butir pil ekstasi. Selain itu, sebanyak 53.176 tersangka kasus tindak pidana Narkoba dilakukan proses hukum," papar Bamsoet.

Ia pun berpesan kepada para mahasiswa PTIK agar setelah lulus dan mendapatkan penugasan, harus tetap bisa menjaga harkat, marwah dan martabat organisasi kepolisian. Bamsoet menegaskan dalam segala maknanya, Polisi juga merupakan sebuah profesi yang terikat kode etik dan harus dijunjung tinggi demi menjaga profesionalisme dan kinerja setiap anggota Polri di lapangan.

"Profesionalisme merupakan kunci yang harus dijalankan oleh setiap anggota Polri. Dengan demikian, proses penegakan hukum yang dijalankan oleh Polri bukan sekadar untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan semata, lebih dari itu hukum harus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Karenanya penegakan hukum harus bisa mencakup rule of law, responsiveness, consensus orientation, equity, efficiency and effectiveness, serta strategic vision," pungkasnya.

Simak juga 'Kronologi TNI AL Temukan 179 Kg Kokain Mengapung di Tengah Laut':

[Gambas:Video 20detik]




(akn/ega)