LIPI Teliti Patahan Gempa Yogya
Sabtu, 03 Jun 2006 08:16 WIB
Jakarta - LIPI menurunkan tim untuk meneliti sesar Opak yang menjadi patahan utama gempa 5,9 SR yang terjadi di Yogyakarta.Tim ini langsung dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Dr. Hery Harjono. Rencananya tim ini akan mengumpulkan data selama dua minggu untuk menemukan pola gempa dan geofisika patahan"Hari ini saya pergi ke Yogyakarta. Kalau bisa 2 minggu saya sudah ketemu polanya, saya berhenti, lalu mem-plot polanya," ujar Dr. Hery Harjono kepada detikcom, Sabtu (3/6/2006).Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui secara persis lokasi sesar atau patahan. "Kita tahu ada patahan, tapi kita tidak tahu di mana patahannya," ujarnya. "Kami ingin menangkap getaran paling banyak itu di mana. Kami ingin belajar pola utamanya," terang Hery.Untuk mendapatkan pola itu itu, LIPI membagi timnya menjadi dua kelompok. Satu kelompok fokus meneliti seismologi (pola gempa) dan satu tim lagi meneliti cekungan-cekungan (geofisika).Setelah mendapat pola itu, LIPI bekerjasama dengan para insinyur dapat menentukan kelaikan permukaan tanah di atas patahan tersebut untuk didirikan bangunan."Penelitian itu penting bagi perencanaan ke depan. Oh ini tebalnya seperti ini. Lalu kita serahkan pada insinyur, bahwa dengan gempa sekian menyebabkan kerusakan yang parah. Maka bangunan harus seperti apa standarnya," ungkap Hery.LIPI memperkirakan posisi Yogyakarta, khususnya Bantul, berada pada suatu cekungan atau lekukan yang diisi oleh material-material halus.Material-material halus ini bisa merupakan produk gunung Merapi berupa lahar yang kemudian erosi memenuhi cekungan."Ibarat pasir dalam cangkir, jika digerakkan (sambil mencontohkan tangannya yang bergoyang), amplifikasi (daya rambat gelombang)-nya cukup besar. Dari getaran yang amplitudonya kecil, diperbesar lagi," ungkap Hery.
(mar/)











































