Mujahid 212 Tolak Miyabi Datang ke Jakarta, Wagub Minta Masyarakat Bijak

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 16:57 WIB
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara terkait rencana kedatangan eks bintang porno Maria Ozawa atau Miyabi yang mendapat penolakan keras. Riza Patria meminta masyarakat dapat menyikapi segala permasalahan secara bijak.

"Saya kira ini kan negara yang demokrasi, reformasi, dan terbuka, semua itu diserahkan kepada masyarakat menyikapinya, ya, namun yang penting apa pun mari kita sikapi secara baik, secara bijak," kata Riza kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Riza memandang setiap orang boleh menyampaikan aspirasi serta pandangannya di negara demokrasi. Meski begitu, dia mengimbau masyarakat tidak saling menyalahkan antarsesama.

"Jadi tidak boleh kita saling menyalahkan satu sama lain. Mari kita saling membantu juga dan mari kita beri contoh yang baik," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, rencana ini mendapat penolakan dari Mujahid 212. Damai Hari Lubis, yang mengatasnamakan pengamat hukum dan politik Mujahid 212, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak kedatangan eks bintang film porno Jepang, Maria Ozawa (Miyabi). Dia menduga kedatangan Miyabi ke Jakarta sebagai jebakan buat Anies.

Damai menilai rencana kedatangan Miyabi ke Jakarta dapat menjatuhkan nama baik Anies. Menurutnya, kedatangan Miyabi ke Jakarta dapat mencoreng karier politik Anies.

"Mungkin isu Miyabi datang menghibur warga Jakarta bertujuan politis, jatuhkan nama baik Anies di pengujung kinerjanya," kata Damai, Selasa (17/5).

Terlebih, menurutnya, Anies digadang-gadang akan menjadi salah satu calon presiden pada Pemilu 2024. Ketua Aliansi Anak Bangsa ini meminta agar Miyabi tak diberi izin berkegiatan di Jakarta.

"Anies idealnya tidak berikan izin penyelenggaraan. Karena bisa jadi acara hiburan yang akan hadirkan tokoh porno ini nonpolitis, namun dapat menjadi ajang 'jebakan Batman' buat Anies, tokoh yang banyak disebut sebagai bakal capres 2024," sambungnya.

Dia menyebut banyak warga Jakarta dan sekitarnya menolak kehadiran Miyabi. Menurutnya, hal itu dapat mengganggu kondisi keamanan di Jakarta.

(taa/dwia)