DKI Ungkap Alasan PTM Tetap Lanjut di Tengah Ancaman Hepatitis Misterius

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 16:43 WIB
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan terdapat 24 kasus yang diduga hepatitis akut misterius di Ibu Kota. Meski begitu, Pemprov DKI belum berencana memberhentikan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah Jakarta. Apa alasannya?

"Saat ini PTM, untuk mengalihkan kembali PTM ke PJJ belum tepat, karena kalau kita lihat perkembangan kasus secara umum, oke ada, tapi belum sampai begitu perlu untuk mengembalikan ke PJJ," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022).

Dwi juga menyampaikan saat ini penyakit hepatitis akut masih misterius sehingga seluruh kasus masih berstatus dugaan semata. Karena itu, Dwi lebih menyarankan masyarakat menggencarkan pencegahan sejak dini ketimbang memberhentikan PTM.

"Hepatitis kan penularan lewat saluran cerna, hepatitis A, hepatitis E, itu berarti sanitasi perorangan, kebersihan tangan itu yang diprioritaskan cara pencegahannya, kita edukasi bersama," jelasnya.

"Saat ini masih harus menjaga prokes karena tadi masih misterius masih berbagai dugaan. Jadi kita sama-sama meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan hepatitis akut misterius di DKI Jakarta menjadi 24 orang. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan satu dari lima kasus meninggal berstatus probable hepatitis akut misterius. Sedangkan empat lainnya meninggal saat proses pemeriksaan.

Secara total, kasus dugaan hepatitis akut misterius di Jakarta sebanyak 24 orang. Perinciannya, 3 orang dinyatakan probable hepatitis akut, 1 suspek hepatitis akut, serta 20 orang masih dalam pengembangan.

(taa/idn)