Menhan: Pembatasan Bantuan Asing Karena Ongkosnya Mahal
Jumat, 02 Jun 2006 20:09 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, pemerintah ingin memprioritaskan bantuan dari dalam negeri untuk membantu korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pembatasan bantuan asing karena ongkosnya mahal.Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengatakan, saat ini tidak lagi dibutuhkan tenaga medis asing untuk bantu korban gempa. Kecuali bantuan untuk merehabilitasi perumahan yang hancur."Kita akan melihat pernyataan beliau (Kalla), karena beliau yang tahu di lapangan. Beliau nanti mengatur mana yang diprioritaskan, karena kita ingin supaya ditangani sendiri, yang asing itu mendukung," jelas Menhan Juwono Sudarsono.Hal itu disampaikan oleh Juwono usai melepas enam truk bantuan korban gempa Yogya dan Jateng dari Persatuan Dharma Wanita Departemen Pertahanan, di Dephan Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (2/6/2006).Namun menurut Juwono, yang menjadi masalah saat ini di lapangan sering terjadi penumpukan bantuan pada saat yang bersamaan. "Ini perlu suatu pengaturan yang tepat supaya urutan-urutannya bisa lancar," ujarnya.Juwono menjelaskan, hingga sekarang pemerintah belum bisa memutuskan berapa lama batuan medis dan tentara asing di Yogya. Tapi dari pengalaman selama ini kemungkinan bantuan itu diperlukan hanya sampai satu hingga tiga bulan."Tapi tanggap darurat itu dua minggu. Menurut Wapres mungkin lebih pendek lebih bagus. Lagi pula bantuan asing memakan biaya, tidak bisa lama-lama di sini," kata Juwono. Biaya pengiriman bantuan asing memang mahal, terutam biaya penerbangan.
(mar/)











































