Menhub Akan Evaluasi Aturan Masuk RI Wajib PCR

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 18:15 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi hadiri Cangi Aviation Summit (CAS) di Singapura.
Menhub Budi Karya Sumadi (Isal/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara mengenai aturan wajib tes PCR bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk Indonesia. Kebijakan itu akan segera dievaluasi.

"Kita lihat-lihat minggu ini seperti apa COVID yang ada di negara-negara tetangga, dan yang akan datang ke sini. Kalau COVID itu membaik, artinya turun besar, kemungkinan (tes PCR) ditiadakan," ujar Budi di Singapura, Selasa (17/5/2022).

"Jadi (aturan) PCR H-2 yang dari luar negeri itu baru akan kita evaluasi 2 minggu lagi. Tapi bisa saja itu (evaluasi pada) minggu depan apabila ada suatu perkembangan yang signifkan secara internasional," jelasnya.

Budi mengatakan kedatangan via udara paling banyak dari Singapura dan Arab Saudi. Kemenhub akan berhati-hati meniadakan syarat tes PCR bagi warga yang hendak masuk Tanah Air dari kedua negara ini.

"Dalam bahasan saya secara individual dengan Menteri Iswaran (Menhub Singapura), dia berharap itu (aturan tes PCR) segera tidak ada," lanjutnya.

Menhub menyebutkan pihaknya tak mau mengambil langkah terburu-buru mencabut aturan tes PCR. Dia yakin industri penerbangan Indonesia akan segera pulih.

"Kita memang termasuk konservatif, artinya hati-hati. Rem dan gas itu selalu berjalan seiring. Di satu sisi kita memang ingin tumbuh, ingin ekonomi bangkit ditandai bagaimana pada saat mudik kemarin tidak ada resdiksi apa pun," imbuhnya.

Diketahui, Indonesia masih menjadi menerapkan wajib tes PCR bagi warga di luar negeri yang hendak ke Tanah Air meski sudah di vaksin dosis 3. Sementara itu, negara tetangga, seperti Singapura, sudah tidak lagi memberlakukan aturan wajib tes COVID-19 asalkan sudah divaksin lengkap.

Simak Video 'Jokowi Hapus Aturan Tes Antigen-PCR Untuk Pelancong':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idn)