ADVERTISEMENT

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus Tol Mojokerto

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 10:34 WIB
Penyerahan santunan dari Jasa Raharja kepada ahli waris korban kecelakaan Tol Mojokerto (dok. Jasa Raharja)
Penyerahan santunan dari Jasa Raharja kepada ahli waris korban kecelakaan Tol Mojokerto. (Dok. Jasa Raharja)
Jakarta -

Jasa Raharja menyerahkan santunan kepada korban kecelakaan maut di Tol Mojokerto. Kecelakaan itu menewaskan 14 orang dan menyebabkan 19 orang terluka.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono menyampaikan dukacita yang mendalam atas kejadian tersebut. Petugas Jasa Raharja bersama Satlantas Polresta Mojokerto juga telah mendatangi TKP dan melakukan pendataan korban meninggal dunia di RS Dokter Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto.

"Seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka berada dalam ruang lingkup jaminan Jasa Raharja. Santunan meninggal dunia dapat langsung diproses setelah data diterima mengingat sistem pelayanan digital di Jasa Raharja yang sudah terintegrasi dengan instansi terkait, seperti IRSMS Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil Kemendagri, dan juga Rumah Sakit serta perbankan," kata Rivan kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Santunan meninggal dunia dan jaminan bagi korban luka-luka telah diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Dia mengatakan santunan diserahkan dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Selasa pagi.

Ahli waris yang sah dari korban meninggal dunia sesuai ketentuan Undang-Undang akan menerima santunan sebesar Rp 50 juta. Sedangkan korban yang tidak memiliki ahli waris yang sah sebagaimana ketentuan dalam UU, maka akan diberikan santunan biaya penguburan sebesar Rp 4 juta kepada pihak yang bertanggung jawab menyelenggarakan penguburan.

Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan di rumah sakit sampai dengan maksimal sebesar Rp 20 juta. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No 15 Tahun 2017.

"Santunan ini diberikan mengingat para penumpang sudah membayar tiket sudah termasuk iuran wajib kendaraan bermotor umum (IWKBU) sehingga apabila terjadi musibah kecelakaan dalam perjalanan dengan kendaraan bermotor umum tersebut akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja sesuai Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang," ujarnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi pada Senin (16/5) pagi. Saat itu, bus pariwisata Ardiansyah dengan nopol S-7322-UW menabrak tiang pesan-pesan (variable message sign/VMS) di Km 712.400A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan 14 orang tewas, sedangkan 19 penumpang lainnya mengalami luka.

Simak Video 'Petaka di Tol Mojokerto: Ganti Sopir, Tabrak Tiang, 14 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT