Tolak Pemekaran, Mahasiswa Toraja Masih 'Duduki' DPRD Sulsel
Jumat, 02 Jun 2006 15:58 WIB
Makassar - Unjuk rasa penolakan pemekaran Kabupaten Tana Toraja, Sulsel masih terus berlanjut. Mahasiswa menginap di DPRD Sulsel dan menempeli dinding ruang aspirasi dengan sejumlah poster.Aksi yang dilakukan 50-an mahasiswa berlangsung di DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (2/6/2006). Ini merupakan kelanjutan aksi sejak Kamis 1 Juni.Mahasiswa bermalam di kantor dewan guna meminta ketegasan DPRD Sulsel, untuk membatalkan rekomendasinya terhadap pemekaran Toraja.Di ruang aspirasi, mahasiswa tak hentinya melakukan orasi. "Kami akan terus bermalam jikalau ketua DPRD Sulsel tak membatalkan rekomendasinya terhadap pemekaran Toraja," ujar Alexander Tandean, kordinator aksi.Bahkan kali ini, sejumlah poster mereka tempel di dinding ruang aspirasi. Antara lain berbunyi, "Toraja hanya ada satu" dan "Pemekaran hanya untuk kepentingan elit politik".Sekitar pukul 11.30 Wita, mahasiswa dan 3 orang anggota DPRD Sulsel yang ingin menemui mereka sempat bersitegang."Kami tidak mau diceramahi lagi. Kami ingin bertemu ketua DPRD Sulsel," teriak para pengunjuk rasa.Mahasiswa "menduduki" ruang aspirasi DPRD Sulsel sejak Kamis kemarin. Bahkan saat itu, sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, yang menyebabkan kaca bagian atas ruang aspirasi DPRD Sulsel.Hingga kini, para mahasiswa tak hentinya berorasi di DPRD Sulsel. Rencananya, mereka akan kembali bermalam, dan tak akan pulang sebelum tuntutannya dipenuhi.
(sss/)











































