Perwakilan Deplu Diimbau Aktif Ingatkan Komitmen LN Bantu RI
Jumat, 02 Jun 2006 15:37 WIB
Jakarta - Seluruh perwakilan RI di luar negeri diminta proaktif mendesak negara-negara asing merealisasikan komitmennya membantu korban gempa Yogya. Sejauh ini baru sedikit negara yang merealisasikannya."Kita kembali meminta para perwakilan kita untuk mengingatkan pledging mereka. Kita yang aktif untuk mendesak agar pledging itu terealisasikan," kata Sekjen Deplu Imron Cotan di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (2/6/2006).Diakui Imron, sejumlah negara bertekad membantu dengan memberikan bantuan keuangan kepada Indonesia. Namun hal itu masih berupa komitmen. Belum lagi, jika komitmen itu terealisasikan, bantuan akan dipotong operasional mereka selama di Indonesia."Bantuan terbesar dari suatu negara berkisar 2-4 juta dolar AS, dan negara-negara yang berkomitmen memberikan bantuan itu mencapai 40-an lebih," katanya.Dia menjelaskan, bantuan yang sifatnya government to government (G to G) akan dikoordinasikan oleh Bakornas. Namun bantuan yang lebih kecil, misalnya dari masyarakat di suatu negara asing dikoordinasikan kepada perwakilan RI di luar negeri."Kita kumpulkan dulu lalu kita serahkan melalui Bakornas atau langsung kepada pemda," kata dia.Bantuan yang dikumpulkan oleh perwakilan RI di luar negeri telah mencapai Rp 100 miliar, Rp 300 jutanya sudah dialokasikan untuk korban gempa di Yogya dan sekitarnya.Mengenai relawan asing yang datang ke Yogya, katanya, dikoordinasikan dengan pihak Deplu dan pengaturan-pengaturan yang bersifat kekonsuleran diberikan saat mereka tiba di Yogya."Kita taruh orang di Yogya dan Solo, dan karena ada kontingen dari Spanyol dan Kuba, maka kita terjunkan lagi 6 orang yang bisa berbahasa Spanyol untuk memfasilitasinya," kata dia.Namun Imron yakin pledging itu akan terealisasi dalam 2-3 minggu ini. Hal itu sangat membantu pemerintah RI.
(umi/)











































