RI Kecam Myanmar Soal Suu Kyi
Jumat, 02 Jun 2006 15:08 WIB
Jakarta - Myanmar menolak membebaskan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Alasannya, HAM merupakan urusan dalam negeri, pihak international tidak boleh mencampurinya. RI pun mengecam sikap keras Myanmar itu."Sesungguhnya tidak ada satu negara pun bisa mengklaim pelanggaran berat HAM merupakan urusan domestik. Karenanya dalih seperti itu sukar diterima," kata Menlu Hassan Wirajuda di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (2/6/2006).Menurut Hassan, pernyataan yang disampaikan rezim militer Myanmar dua hari lalu itu berpotensi mempersulit posisi negara itu di hubungan internasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan Myanmar, tapi juga negara-negara lain sesama anggota ASEAN.Karenanya Indonesia, baik secara sendiri maupun dalam wadah ASEAN, berkomitmen terus mendorong Myanmar menjalankan agenda road map to democracy. Salah satu hasil nyata yang paling ditunggu adalah pembebasan pejuang HAM tersebut."Pertemuan Juli nanti di Malaysia, kita review perkembangan situasi Myanmar yang harus ditanggapi. ASEAN punya kewajiban meyakinkan negara-negara anggota kita sendiri tidak ada hal-hal yang menyulitkan orang lain, karena menyulitkan diri kita sendiri," urai Hassan.
(sss/)











































