Din Syamsuddin: Saya Dirikan Partai Pelita Bukan untuk Jadi Presiden

Mulia Budi - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 16:54 WIB
Jakarta -

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus pendiri Partai Pelita, Din Syamsuddin, mengaku tak berniat mencalonkan diri sebagai presiden dengan membentuk partai. Alih-alih, dia menyebut dirinya lebih pantas menjadi penasehat presiden.

"Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakan Partai Pelita ini bukan untuk target jadi presiden," kata Din Syamsuddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/5/2022).

"Saya kira, saya ini lebih tepat mungkin jadi penasehat presiden siapapun presidennya," sambungnya.

Ketua Majelis Pertimbangan (MPP) Partai Pelita itu memastikan Partai Pelita tak didirikan semata demi menjadi motor di tahun politik 2024. Menurutnya, Partai Pelita berorientasi menjadi wadah perjuangan bersama rakyat.

"Jadi bukan partai ini sebagai alat ya untuk tujuan-tujuan seperti itu, karena kami ingin menerapkan politik bukan untuk politik. Politik tidak sekadar untuk kekuasaan bahwa dengan perjuangan kemudian didukung oleh rakyat kita mendapat kesempatan untuk memimpin," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Partai Pelita bakal menjadi fasilitator bagi anak muda yang ingin berkarier di kancah politik. "Anak muda ingin menjadi anggota DPR, DPRD, eksekutif, bupati, walikota, gubernur, bila perlu menteri ataupun presiden ini nanti kita dorong biarlah diisi oleh kaum muda," tambahnya.

Din menegaskan kembali dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden. Dia mengatakan pendirian Partai Pelita jauh dari tujuan pribadi untuk 'nyapres'.

"Tolong catat ungkapan saya ini, per hari ini sekarang ini dan dengan mendirikan ini tidak untuk saya pribadi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Partai Pelita yang dideklarasikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menggelar rakernas hari ini. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan sejumlah elite partai politik.

Rakernas Partai Pelita digelar di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta Utara. Rakernas tersebut bertema 'Membangun Budaya Politik yang Beradab, untuk Indonesia Maju Berdaulat'.

(fca/fca)