PD Bilang Kepuasan ke SBY Tak Pernah Serendah Jokowi, PDIP Balas Begini

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 12:00 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi Partai Demokrat (PD) yang mengklaim tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI ke-6, SBY, tak pernah serendah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini indikatornya menurun di angka 58,1%. Penurunan angka kepuasan terhadap Jokowi itu direkam oleh hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyindir PD bahwa kepuasan tersebut tak lain merupakan pencitraan SBY yang dijadikannya sebagai tolak ukur kualifikasi pemimpin. Lantas, sebut dia, PD langsung menilai negatif terhadap rezim Jokowi gara-gara indikator ketidakpuasan.

"Bagi Partai Demokrat, kepuasan atas pencitraan Pak SBY nampaknya segalanya dan menjadi tolok ukur terpenting tentang kualifikasi pemimpin, sehingga Partai Demokrat langsung menilai negatif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi hanya gara-gara urusan ketidakpuasan," kata Hasto, Senin (16/5/2022).

Hasto mengatakan PDIP memandang pemimpin tak melulu mengejar elektoral dan pencitraan. Menurutnya, pemimpin kadang kala harus mengambil keputusan pahit, tetapi penuh muatan strategis bagi kepentingan bangsa.

"Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu bukan mengejar elektoral dan pencitraan. Menjadi pemimpin itu ditunjukkan dari tanggung jawabnya bagi masa depan bangsa dan negara. Ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang pahit, namun penuh muatan strategis bagi kepentingan masa depan bangsa dan negara, maka di situlah tanggung jawab pemimpin," katanya.

Hasto kemudian mengulas kebijakan Jokowi yang menaikkan harga BBM pada 2014 silam. Dia mengklaim dampak kebijakan itu membawa kemajuan infrastruktur yang masif oleh Jokowi. Pencapaian itu, kata Hasto, tak bisa diwujudkan kala SBY memimpin.

"Hal ini nampak dari keputusan Presiden Jokowi pada awal kepemimpinan tahun 2014 dengan menaikkan harga BBM yang hanya dinikmati mereka yang memiliki mobil. Dampak keputusan berani Pak Jokowi nampak dalam kemampuan membangun infrastruktur yang masif yang sama sekali tidak bisa diwujudkan Pak SBY, meski basis kepuasannya relatif tinggi," ujarnya.

Hasto menyebutkan pencapaian Jokowi lainnya yang multisektor ialah di bidang kebudayaan dan olahraga. Begitu pula prestasi kepemimpinan RI di dunia global.

"Begitu banyak prestasi Presiden Jokowi, tidak hanya di infrastruktur, namun di bidang kebudayaan, olahraga, dengan keberhasilan Sea Games, penyelenggaraan PON yang spektakuler dan segudang prestasi lainnya. Juga kepemimpinan Indonesia di dunia global, kesemuanya menunjukkan hasil kerja keras seorang pemimpin," kata dia.

Simak selengkapnya di halaman berikut.