Ayah Kakak-Adik Suspect Flu Burung Bingung dan Sedih

Ayah Kakak-Adik Suspect Flu Burung Bingung dan Sedih

- detikNews
Jumat, 02 Jun 2006 12:12 WIB
Pamulang - Kehilangan dua anak dalam waktu 3 hari tentu saja membuat Suryoto terpukul. Ditambah lagi kedua anaknya dinyatakan sebagai suspect flu burung. Suryoto pun sedih bercampur bingung.Kedua anak Suryoto adalah kakak beradik Toni Ramdani (10) dan Yohana (7). Mereka merupakan warga Kedaung, Pamulang, Tangerang.Berikut kronologi kejadian seperti yang dituturkan Suryoto kepada detikcom:Pada Jumat 26 Mei, Toni mengalami demam tinggi dan batuk-batuk. Toni kemudian dibawa ke Klinik Brimob di Ciputat sambil berobat jalan. Karena tidak kunjung sembuh, pada Minggu 28 Mei Suryoto membawa Toni ke RS Bakti Husada Gaplek.Tidak mampu menangani, dokter di RS Husada Bakti segera merujuk Toni ke RS Fatmawati untuk dirawat secara intensif. Karena kondisinya yang sudah parah, nyawa Toni tidak tertolong lagi. Tak sampai sehari dirawat, tepat pukul 03.00 WIB dinihari, Senin 29 Mei, Toni meninggal dunia.Diakui Suryoto, sejak dari RS Husada Bakti dokter tidak memberikan keterangan jelas mengenai sakit yang diderita Toni. Namun Suryoto ingat ketika di RS Fatmawati, dokter yang merawat Toni sempat menanyakan apakah dirinya memelihara ayam."Saya bilang tidak, tapi kalau tetangga, ada sih yang memelihara satu atau dua ekor," ujar Suryoto ketika ditemui detikcom di rumahnya di Kedaung, Pamulang, Tangerang, Banten, Jumat (2/6/2006).Pihak RS Fatmawati tidak pernah menyatakan anaknya terkena flu burung. "Dokter tidak pernah bilang apa-apa," ujar Suryoto.Dituturkan dia, belum hilang kesedihannya, tak berselang lama pada hari meninggalnya Toni, adiknya yang bernama Yohana mengalami sakit dengan gejala yang sama. Tubuh Yohana mengalami demam tinggi disertai batuk-batuk.Khawatir tak mau kejadian yang sama terulang, Suryoto segera membawa Yohana ke RS Fatmawati pada hari itu juga. Sempat dirawat selama 3 hari dan kondisinya yang semakin kritis, akhirnya dokter yang merawat merujuk Yohana ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso pada Kamis 1 Juni.Hanya 15 menit setelah tiba di RSPI, nyawa Yohana tidak tertolong lagi. Pukul 22.00 WIB Yohana menghembuskan nafas terakhir.Suryoto mengaku sedih dan bingung dengan kejadian yang menimpanya. Pihak dokter RSPI yang sempat menangani Yohana pun tidak menjelaskan secara detil sakit yang diderita anaknya. Namun jenazah anaknya diperlakukan seperti penderita flu burung dengan dibungkus plastik dan dimasukkan dalam peti."Saya dengar mereka menyebut flu burung, tapi saya tidak mengerti kenapa anak saya bisa kena flu burung," ujar Suryoto lirih. (bal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads