RS Solo Tetap Butuhkan Tenaga Medis Asing
Jumat, 02 Jun 2006 11:44 WIB
Solo -
Meski Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta tenaga medis asing distop, sejumlah rumah sakit yang tengah menangani korban gempa di wilayah DIY dan Jawa Tengah tetap membutuhkan kehadiran mereka.Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo misalnya. Saat ini kehadiran tenaga medis asing sangat dibutuhkan karena RS ini tidak memiliki tenaga medis spesialis bedah tulang dan kekurangan tenaga medis khusus lainnya."Untuk menangani pasien saat ini memang masih dibutuhkan dokter asing. Apalagi rumah sakit-rumah sakit yang bukan khusus untuk bedah seperti rumah sakit kami, dokter-dokter ahli bedah tulang saat ini terkonsentrasi di RS Ortopedi, Solo," kata Dr Sugandhi Wakil Direktur Pelayanan Medik RS Kasih Ibu, Solo, Jumat (2/6/2006).Saat ini ada 17 tenaga medis dari Singapura yang datang ke RS Kasih Ibu. Dua ahli bedah tulang, dua ahli bedah umum, dan 12 perawat. Kamis kemarin tim medis dari Singapura ini sudah mengoperasi 5 orang dan hari ini 5 orang lagi."Di rumah sakit kami banyak pasien korban gempa. Namun tidak ada dokter yang spesialis bedah tulang. Kami jelas sangat membutuhkan kehadiran mereka. Apalagi mereka bekerja secara cuma-cuma dan membawa obat-obatan sendiri," ujar Sugandhi.Di Solo saat ini ada 1.559 pasien korban gempa yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Di RS Ortopedi ada 12 pasien yang secara medis akan mengalami cacat permanen, di RS Kasih Ibu ada 3 pasien yang secara medis akan mengalami cacat permanen.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































