NasDem Apresiasi Jokowi Serukan Setop Perang di Ukraina Saat KTT ASEAN-AS

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 08:19 WIB
Farhan
Anggota Komisi I DPR RI M Farhan (Foto: Muklis Dinillah)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan perang di Ukraina agar segera dihentikan. Anggota Komisi I DPR RI M Farhan menilai seruan Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat (AS) di Washington, AS, itu langkah yang tepat.

"Menurut Presiden Jokowi, perang di Ukraina menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Poin beliau sangat tepat dalam kapasitas Indonesia sebagai Presiden G20 yang fokus pada pemulihan ekonomi dan kapasitas Indonesia sebagai koordinator kerja sama ASEAN, khususnya pada isu kemanusiaan," kata Farhan kepada wartawan, Sabtu (14/5/2022).

Legislator NasDem itu menyebut pemilihan diksi perekonomian dan kemanusiaan menguatkan posisi Indonesia sebagai negara Non-Blok dan memposisikan semua anggota ASEAN segaris dengan sikap netral, mengedepankan perdamaian dan kemanusiaan.

"Maka dengan demikian AS tidak bisa memaksakan agendanya dalam konflik Rusia-Ukraina. Walaupun masih ada tantangan agenda lain yaitu sinkronisasi konsep Indo-Pacific Economic Framework milik AS dkk dengan konsep Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan inisiatif ASEAN," ucapnya.

Jokowi Serukan Perang Dihentikan

Sebelumnya, Presiden Jokowi berbicara mengenai perang di Ukraina. Jokowi menyerukan untuk menghentikan perang sekarang juga.

Hal ini disampaikan Jokowi pada KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington, Jumat (13/5). Menurut Jokowi, perang di Ukraina menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.

"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi COVID-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka," ujar Jokowi dalam keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (14/5).

Jokowi mengatakan perang di Ukraina melemahkan multilateralisme. Selain itu, perang tersebut berpotensi memecah belah hubungan antarnegara.

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," tutur Jokowi.

(fas/fas)