7 Fakta Suap Izin Minimarket AM Jerat Walkot Ambon Richard Louhenapessy

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 08:33 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy
Foto: Dok. Istimewa Pemkot Ambon
Jakarta -

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Richard terlibat dalam kasus suap perizinan minimarket dan kini telah ditahan KPK.

"Kita akan menyampaikan tindak pidana berupa penerimaan hadiah atau janji yang terkait persetujuan izin, prinsip pembangunan usaha ritel di Kota Ambon 2020 dan tentu juga tidak terlepas dari tindak korupsi gratifikasi dan suap," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK, Jumat (13/5/2022).

"KPK telah menetapkan ada tiga tersangka, antara lain RL, Wali Kota Ambon 2011/2016 dan periode 2017/2022," ujarnya.

Pegawai Pemkot Ambon juga ditetapkan menjadi tersangka. Tak hanya itu, KPK juga menjerat seorang karyawan minimarket AM di kasus ini.

"Di samping itu, ada juga tersangka AEH, staf tata usaha pada Pemkot Ambon, dan tersangka ketiga adalah AR, swasta Karyawan AM di Kota Ambon," ujarnya.

Pantauan detikcom, di gedung KPK Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4), Richard Louhenapessy keluar dari ruang pemeriksaan pukul 21.04 WIB. Dia terlihat sudah mengenakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol.

Wali Kota Ambon Richard Louhennapessy Ditahan KPKWali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditahan KPK. (Hanafi/detikcom)

Berikut sejumlah fakta seputar kasus yang menjerat Richard:

1. KPK Jemput Paksa Walkot Ambon

KPK menyebut Richard tidak kooperatif terhadap panggilan KPK. KPK pun menjemput paksa Richard.

"Hari ini (13/5) Tim penyidik KPK menjemput paksa salah satu pihak yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan TPK pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan di lobi gedung KPK Merah Putih, Jumat (13/5/2022).

"Pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebelumnya telah dilakukan secara patut dan sah," tambahnya.


2. Walkot Ambon Ngaku Operasi Kaki

Richard Louhanepessy tiba di gedung KPK Merah Putih setelah KPK menyatakan jemput paksa terhadapnya. Richard beralasan baru selesai menjalani operasi kaki sehingga tak bisa memenuhi panggilan KPK.

"Saya operasi kaki," ujar Richard Louhannepessy kepada wartawan di lobi gedung KPK Merah Putih, Jumat (13/5/2022).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya

Saksikan Video 'Konstruksi Perkara Kasus Suap Walkot Ambon Richard Louhenapessy':

[Gambas:Video 20detik]